Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menteri ESDM Harus Punya Integritas & Komitmen

Rizka Diputra , Jurnalis-Rabu, 15 Oktober 2014 |19:50 WIB
Menteri ESDM Harus Punya Integritas & Komitmen
ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pesiden RI terpilih Joko Widodo (Jokowi) diminta tidak memilih pejabat atau Menteri ESDM mantan alumni Pertamina atau Petral.

Analis energi dari Pusat Studi Energi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi, mengatakan, Kementerian ESDM sangat strategis dan tidak bisa dikelola oleh orang-orang yang memiliki kaitan dengan mafia migas.

“Saya yakin jika orang-orang lama bekas Pertamina atau Petral sedikit banyak ada keterlibatan, pernah bersinggungan dengan migas sehingga tidak akan efektif. Maka perlu diisi orang baru,” tegasnya, Rabu (15/10/2014).

Menurutnya, Menteri ESDM nantinya harus memiliki prinsip nasionalisme kuat, berani memberantas mafia migas, dan memiliki integritas.

“Menteri ESDM harus punya komitmen dan integritas untuk menggunakan sumber daya alam sebagai penyumbang pendapatan negara untuk kemakmuran rakyat, bukan segelintir kelompok," terangnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan migas Yusri Usman menyebut, alumni Pertamina maupun pejabat Pertamina saat ini kurang layak memimpin kementerian dengan posisi strategis.

“Karen Agustiawan yang mundur di tengah jalan sangat tidak layak. Adapun Ari Soemarno dan pejabat Pertamina lain berkaitan dengan Petral, membengkaknya impor minyak, jelas tidak layak masuk tim kabinet Jokowi,” tegas Yusri.
 
Menurutnya, para pejabat Pertamina dari dulu hingga sekarang, terkesan tidak mendukung pembangunan kilang-kilang minyak sehingga impor minyak kian membengkak.

Yusri juga menilai direksi Pertamina saat ini yaitu Hanung Budya dan Hari Karyuliarto juga kurang ideal menjadi bagian dari tim energi Jokowi-JK. Baik di kabinet maupun menjadi orang nomor satu di Pertamina.
 
"Apa cocok nantinya dipimpin orang yang berurusan dengan penjualan migas ke para trader. Seharusnya mereka kan fokus dalam meningkatkan kecukupan migas nasional, bukan malah berurusan dengan para trader untuk berbagai kepentingan,” katanya.

Sekadar diketahui, sejumlah nama seperti mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan, Ari Soemarno (eks Dirut), Ahmad Faisal (eks Direktur Niaga) santer disebut-sebut bakal masuk dalam kabinet Jokowi-JK.

Sejumlah pejabat Pertamina saat ini seperti Sugiharto (Komisaris Utama), Hanung Budya (Direktur Pemasaran dan Niaga) dan Hari Karyuliarto (Direktur Gas) juga turut meramaikan bursa dalam tim energi Jokowi-JK.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement