JAKARTA - Perseteruan Go-Jek dengan ojek pangkalan ternyata masih berlangsung. Di Kebon Sirih, mereka dilarang mangkal, di Tanah Abang dilarang gunakan jaket dan helm Go-Jek.
Setidaknya itulah yang diungkapkan dua tukang ojek pangkalan di Kebon Sirih dan Stasiun Tanah Abang, Boyan dan Toyib, kepada Okezone, Rabu (17/6/2015).
Toyib menceritakan, dia sudah tiga bulan bergabung bersama Go-Jek, pendapatannya tidak melebihi dari Rp500 ribu perbulannya. Selain bergabung Go-Jek, dia sehari-hari mangkal di Stasiun Tanah Abang setiap pagi, mengangkut penumpang yang menggunakan KRL menuju tempat kerjanya atau Pasar Tanah Abang.
Siang hari, saat penumpang mulai sepi, barulah Toyib membuka aplikasi Go-Jek di ponsel untuk menunggu calon pengguna jasanya. “Biasanya saya sehari mengantar 3-4 penumpang, tidak banyak,” katanya.