Dia mengaku tak segiat rekannya yang lain, karena selain harus adu cepat di aplikasi tersebut, dia juga sudah kelelahan usai berjibaku mengangkut penumpang di pagi hari.
“Ya hitung-hitung nabung saja Mas,” ujar Toyib.
Toyib pun menceritakan rekannya, Timo yang lebih giat darinya. Biasanya Timo mendapatkan Rp100 ribu perhari dari Go-Jek. Timo juga sama seperti dirinya mangkal di Stasiun Tanah Abang.
Belakangan Toyib bercerita, tidak diperkenankan untuk mengenakan jaket dan helm Go-Jek di area tukang ojek pangkalan Stasiun Tanah Abang. Tukang ojek pangkalan Tanah Abang sudah memiliki organisasi sendiri, sehingga yang diperkenankan hanyalah jaket organisasi tersebut, bukanlah Go-Jek.
“Kalau ada calon penumpang, di tengah jalan baru saya pakai jaket dan helmnya, bukan di pangkalan,” ujar Toyib untuk menghindari permusuhan dengan rekan-rekannya sesama ojek pangkalan.