BOYOLALI – Desa Ngaglik, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, memiliki sumber air asin yang berada di tengah areal persawahan. Sumur air asin itu berada dekat jembatan kecil yang dikenal dengan jembatan Kalionto.
Kepala Desa Ngaglik, Daryanto, mengatakan sumber air asin di Desa Ngaglik sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Sumber utama mata air asin tersebut terpusat pada satu buah sumur utama berdinding batu sedalam belasan meter.
Tak jauh di sekitar sumur utama tersebut, puluhan belik atau sub sumur asin banyak terdapat di sekitarnya. Menurut Daryanto, karena sudah tidak aktif lagi, saat ini sebagian besar sub sumur tersebut banyak yang telah tertimbun rata dengan tanah.
“Diduduk (digali) setengah meter saja itu sudah keluar air asinnya. Orang-orang zaman sekarang mau melanjutkan usaha (memproduksi garam) itu juga pikir-pikir karena hasilnya enggak cucuk (sepadan) dan sudah kalah dengan garam olahan pabrik yang produksinya lebih masif,” kata dia saat dijumpai di rumahnya, beberapa waktu lalu.
Tak hanya warga Desa Ngaglik, sebagian warga desa tetangga, yakni Desa Trosobo dulu juga ikut memanfaatkan sumber air asin untuk memproduksi garam secara tradisional. Aktivitas produksi garam tersebut sukses menghidupi warga di dua desa tersebut.