ROCHESTER – Calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan tidak akan mengambil gaji presiden jika terpilih menjadi Presiden AS tahun 2016. Dia akan memberikan uang pensiun dan kesehatan jatahnya kepada anggota Kongres AS.
Gaji tahunan Presiden AS saat ini diketahui besarnya mencapai USD400 ribu, atau sekira Rp5,7 miliar.
”Hal pertama yang akan saya lakukan adalah memberitahu Anda bahwa jika saya terpilih menjadi presiden, saya tidak akan menerima gaji, maka tak masalah. Hal itu bukan masalah besar bagi saya,” ujar Trump dalam sebuah pertemuan di Kota Rochester, New Hampshire, seperti dikutip Reuters, Minggu (20/9/2015).
Trump yang memulai karir cemerlangnya dengan menjadi pengembang, industri real estate dan menggarap program televisi, masuk urutan ke-405 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes pada Kamis 17 September, dengan nilai kekayaan mencapai USD4,1 miliar.
Meski demikian, Trump mengakui nilai kekayaannya lebih dari itu. Hal itu dia ungkapkan tak lama setelah mengumumkan pencalonannya sebagai Capres AS pada 2015. Ketika itu, Trump mengatakan kekayaan bersihnya mencapai lebih dari USD10 miliar.
Diketahui ada dua Presiden AS yang tercatat pernah menyumbangkan gajinya untuk amal. Pertama, Presiden Herbert Hoover pada tahun 1929, kemudian Presiden John F. Kennedy pada tahun 1961. Kedua presiden itu memang dikenal berasal dari keluarga yang kaya raya.
(Jihad Dwidyasa )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.