Presiden Iran Ejek Trump "Tersungkur" di Pilpres AS

Agregasi BBC Indonesia, · Kamis 12 November 2020 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 18 2308254 presiden-iran-ejek-trump-tersungkur-di-pilpres-as-J5e5AM73RX.jpg Presiden Iran, Hassan Rouhani (foto: Reuters)

Ketika para pemimpin dunia memberi ucapan selamat kepada presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, Presiden Iran Hassan Rouhani justru memberikan penilaian atas kekalahan Presiden Donald Trump.

Dalam rapat kabinet yang disiarkan langsung oleh televisi Iran, Hassan Rouhani mengejek Trump yang kalah dalam pemilihan presiden.

"Rezim yang memimpikan kehancuran Iran dengan sendirinya dilengserkan secara hina, dan sekarang semua negara - kecuali beberapa yang selalu membuntuti rezim tersebut - melihat keadaan yang berbeda di masa depan," kata Rouhani, pada Rabu 11 November 2020.

Baca juga:

Biden Sebut Keputusan Trump Tolak Hasil Pilpres AS "Memalukan" 

Beda Kebijakan Joe Biden dan Trump di Bidang Ekonomi

Jadi Presiden AS Terpilih, Joe Biden Hadapi Tantangan Mirip dengan Situasi Indonesia

Lebih lanjut Presiden Rouhani mengatakan, pemerintahan Trump adalah "aktor yang menjengkelkan yang mempunyai peran negatif" terkait hubungan Iran dengan negara-negara tetangganya.

"Rezim yang akan berakhir dalam hitungan bulan ini tidak tahu banyak tentang hubungan internasional dan didekte oleh ekstremis dalam negeri dan rezim Zionis (Israel)," tuturnya.

Pada bagian lain, Rouhani menegaskan, siapa pun yang menjadi presiden AS tidak akan mengubah kebijakan Iran dan tergantung pada AS apakah akan menempuh jalur diplomasi atau tidak, termasuk apakah AS akan kembali ke perjanjian nuklir antara Iran dan beberapa negara besar lainnya yang diraih pada tahun 2015.

"Ini tergantung mereka. Jika mereka memenuhi tanggungjawab maka mereka bisa memilih jalur baru," kata Rouhani.

 

Di antara pemimpin negara penting yang baru belakangan memberikan ucapan selamat kepada Joe Biden adalah presiden Turki.

"Saya sampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Anda dan saya sampaikan doa tulus bagi perdamaian dan kesejahteraan rakyat Amerika," kata Recep Tayyip Erdogan pada Selasa 10 November 2020.

Lebih dari itu, Erdogan mengatakan pihaknya ingin "lebih lanjut mengembangkan dan memperkuat" hubungan.

Biden pernah menggambarkan Erdogan "autokrat" dan Erdogan membalas komentar itu dengan menyebut Biden "suka mengintervensi".

Setelah kepastian kemenangan Biden, Wapres Turki, Fuat Oktay, mengatakan kemenangan Biden tak akan mengubah hubungan antara Ankara dan Washington.

Meski demikian, kata Oktay, Turki akan tetap menekan Amerika untuk sejumlah isu penting, seperti Suriah.

Sejauh ini pemimpin China dan Rusia belum memberikan selamat kepada Joe Biden dengan alasan masih menunggu proses hukum yang ditempuh Presiden Trump terkait hasil pemilihan presiden.

Dalam beberapa bulan terakhir, AS terlibat perang dagang dengan China, sementara Rusia dituduh mengintervensi Pilpres AS pada 2016.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini