Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dituding Rusia Beli Minyak ISIS, Presiden Turki: Mana Buktinya?

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 27 November 2015 |00:07 WIB
Dituding Rusia Beli Minyak ISIS, Presiden Turki: Mana Buktinya?
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Foto: Kayhan Ozer/REUTERS)
A
A
A

ANKARA – Perang urat syaraf masih membara antara Rusia dan Turki, pasca-insiden Sukhoi Su-24 Rusia yang ditembak jatuh F-16 Turki. Terbaru, Presiden Rusia, Vladimir Putin, melayangkan tudingan mengejutkan.

Pada Selasa, 24 November 2015 lalu, Putin menyebut bahwa Turki membantu keuangan teroris ISIS dengan cara membeli minyak dari kelompok teroris yang juga acap disebut “Daesh” itu.

“ISIS punya banyak uang, ratusan juta atau bahkan miliaran dolar dari menjual minyak. Sebagai tambahan, mereka dilindungi militer dari sebuah negara. Itu alasannya mereka bisa tertindak sangat nekat dan brutal,” ketus Putin.

“Kenapa mereka membunuh dengan cara-cara kejam? Kenapa mereka melakukan aksi teroris di seantero dunia, termasuk di jantung Eropa?,” tambahnya.

Jelas hal itu dibantah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Jika pun Rusia melayangkan tudingan itu, Erdogan minta Putin memberikan buktinya, termasuk soal isu bahwa kerja sama pembelian minyak dari ISIS dilakukan putranya, Bilal Erdogan.

“Harusnya Anda (Putin) malu. Mereka yang mengklaim bahwa kami beli minyak dari Daesh, wajib membuktikannya. Jika tidak, maka Anda tukang fitnah!,” seru Erdogan, dilansir DNA India, Jumat (27/11/2015).

“Kebijakan kami terhadap Daesh sudah jelas sejak awal. Tak ada yang perlu dipertanyakan. Tak ada yang punya hak meragukan perjuangan kami melawan Daesh,” tambahnya.

(Randy Wirayudha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement