Image

Mantap! Teken Kesepakatan dengan Rusia, Erdogan: Kami Ambil Langkah Keamanan Sendiri

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu, 13 September 2017 - 21:04 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Brendan McDermid/Reuters) Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Brendan McDermid/Reuters)

ANKARA – Turki resmi meneken kerjasama pertahanan dengan Rusia. Lewat perjanjian tersebut, Moskow akan menyediakan sistem pertahanan S-400 kepada Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan percaya diri menyebut negaranya siap mengambil langkah keamanan nasional sendiri.

“Mereka menjadi heboh karena kita mencapai kesepakatan S-400. Apa yang harus kita lakukan, menunggu Anda? Kami sedang mengambil dan akan mengambil langkah pengamanan sendiri di garis terdepan,” ujar Erdogan dalam pidatonya, melansir dari Reuters, Rabu (13/9/2017).

Negara-negara Barat khawatir atas kesepakatan yang terjalin antara Rusia dengan Turki tersebut. Sebab, sistem S-400 tidak bisa diintegrasikan ke dalam sistem Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Namun, Turki justru menuding balik para sekutunya di NATO tidak memberikan tawaran alternatif untuk sistem pertahanan antirudal yang efektif secara finansial.

Erdogan, pada Juli, mengatakan bahwa kesepakatan antara kedua negara sudah ditandatangani. Meski demikian, kesepakatan tersebut sempat hendak dibatalkan karena isu pendanaan. Namun, media-media Turki mengabarkan bahwa Erdogan dan Presiden Vladimir Putin sangat ingin kesepakatan tersebut segera berlaku.

Keputusan untuk mendatangkan sistem pertahanan yang dikembangkan Rusia itu terjadi di tengah hubungan Turki yang memburuk dengan anggota-anggota NATO, terutama Amerika Serikat (AS) dan Jerman. Turki marah besar atas dukungan AS bagi pejuang Kurdi, YPG, dalam perlawanan terhadap teroris ISIS di Suriah.

Mengetahui kabar tersebut, Amerika Serikat menyatakan keprihatinannya. Juru bicara Kementerian Pertahanan, Johnny Michael mengatakan, keprihatinan tersebut sudah disampaikan langsung ke Turki. Meski S-400 cukup mumpuni, sistem milik NATO jauh lebih bagus.

“Kami sudah menyampaikan keprihatinan kepada pejabat Turki mengenai rencana pembelian S-400. Sistem pertahanan rudal milik NATO masih menjadi pilihan terbaik bagi Turki untuk mempertahankan diri dari ancaman serangan di kawasan,” ucap Johnny Michael.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming