ISIS telah mengusulkan kepada para pengikutnya untuk maju memerangi semua umat Islam lainnya melalui sebuah artikel di edisi ke-13 majalah propaganda mereka, berjudul “The Rafidah: From Ibn Saba to the Dajjal”.
Deklarasi perang ini khususnya ditujukan kelompok teroris itu kepada umat Muslim Syiah di Timur Tengah. Sebagai penganut Sunni, aliran Islam terbesar di dunia, ISIS mengusung judul Rafidah, yang merujuk pada istilah yang merendahkan Muslim Syiah dan dapat diterjemahkan sebagai 'kafir'.
Majalah propaganda Dabiq memuat retorika kekerasan yang ditujukan terhadap Syiah, dengan menyebut mereka sebagai pengikut ajaran sesat.
"Beberapa dari mereka adalah orang Yahudi yang memalsukan ajaran Islam, sama seperti Paulus, orang Yahudi yang kemudian menyimpang dari jalannya dan ikut-ikutan menyebarkan ajaran Kristiani yang sesat itu,” kata Tbi ash Sha’b, yang meninggal pada 719 M. Sebagaimana dilansir dari Express, Sabtu (23/1/2016).
“Rafidah membenci Islam, sama halnya dengan Yahudi membenci Kristen. Mereka tidak memasuki Islam demi Allah, apalagi takut kepada-Nya. Melainkan karena dendam kepada masyarakat Islam dan untuk menimbulkan kerugian atas mereka (masyarakat Islam lain),” seru artikel tersebut, memfitnah Syiah sekaligus upaya untuk menanamkan kebencian atas Syiah di benak pengikutnya.