Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pers Jangan Memposisikan Diri seperti Medsos

Syamsul Anwar Khoemaeni , Jurnalis-Selasa, 09 Februari 2016 |07:56 WIB
Pers Jangan Memposisikan Diri seperti Medsos
Foto: Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada Selasa 9 Februari 2016, dianggap sebagai momentum untuk peningkatan pers yang lebih profesional. Kepala Bagian Pengaduan Dewan Pers, Imam Wahyudi mengingatkan agar media tidak terkesan menghakimi dan menekankan prinsip verifikasi.

"Media cyber tidak berimbang karena tidak mengedepankan verifikasi. Kita harapkan pers semakin profesional dengan mengikuti standar dengan kode etik," ujar Imam kepada Okezone di Jakarta.

Insan pers dimintanya untuk tidak memposisikan diri layaknya media sosial (medsos) yang menyebar informasi tanpa verifikasi. Terlebih yang membedakan pers dengan media sosial ialah adanya kaidah jurnalistik yang telah diatur sejak lama.

"Jangan sampai pers memposisikan harus seperti media sosial yang bisa menyebar tanpa verifikasi. Karena hal yang membedakan dengan medsos ialah yang diproduksi pers harus mengikuti kaidah jurnbalistik," ungkapnya.

Imam mencontohkan, dalam kasus antara developer perumahan dengan para penghuninya di sebuah wilayah di Surabaya, Jawa Timur. Kala itu, awak media hanya mengikuti satu narasumber yang ternyata justru tidak terbukti klaimnya di pengadilan.

"Kecenderungan pers sekarang menghakimi. Contohnya pemberitaan tentang 10 konsumen perumahan merasa ditipu developer mengadu ke pengadilan di Surabaya. Teman-teman pers ditemui pengacara pengadu terus kebetulan sedang mengguggat developer, terus bikin berita ternyata kemudian developer tidak salah," sebutnya.

Diketahui, tepat pada 9 Februri 1946, organisasi insan pers pertama, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terbentuk dengan anggota yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement