CIREBON - Petugas gabungan melakukan penggeledahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Cirebon, Kesambi, Kota Cirebon. Namun, saat dilakukan penggeledahan, petugas terlibat adu mulut hingga pemukulan dengan narapidana teroris.
Para petugas menggeledah seluruh area di delapan blok Lapas, dengan tujuan utama mencari barang terlarang, termasuk narkoba dan senjata tajam. Selain menggeledah, petugas juga menggelar tes urin terhadap 50 orang napi yang diduga mengonsumsi obat terlarang. Selain napi, tes urin juga diberlakukan bagi para petugas lapas.
Belakangan diketahui, hasil tes urin menunjukkan tak ada napi ataupun petugas lapas yang positif narkoba. Sementara dalam penyisiran itu sendiri pun tak ditemukan narkoba.
"Tak ada narkoba, tapi petugas menemukan senjata tajam, handphone, charger, serta uang sejumlah Rp8.450.000," ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Agus Toyip kepada wartawan, Jumat (11/3/2016).
Suasana mencekam sempat terjadi kala petugas menggeledah Blok F, di mana pada salah satu kamarnya dihuni delapan narapidana teroris. Sempat terjadi adu mulut dan seorang petugas dipukul saat akan masuk ke dalam kamar. Beruntung, kejadian itu tak berlangsung lama setelah berhasil dilerai.
Meski begitu, petugas akhirnya mengalah tak memeriksa kamar tersebut. Kepada petugas, para narapidana teroris berkali-kali meneriakkan takbir dan menolak diperiksa.