BENGKULU – Pasca-kerusuhan disertai kebakaran di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero, Kota Bengkulu pada Jumat 25 Maret 2016, sekira 112 pegawai Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bengkulu, menjalani tes urine secara mendadak usai apel pagi, Senin (4/4/2016).
Kepala Kantor Wilayah (Kemenkumham) Provinsi Bengkulu, Dewa Putu Gede menjelaskan bahwa tes urine dilakukan untuk semua pejabat termasuk 15 cleaning servis, satpam dan pramusaji.
“Semua dites urine, tanpa terkecuali. Kalau ada yang terbukti positif pengguna narkoba pegawai, kita kenakan sanksi tegas. Hasil tes urine ini kita tunggu dari BNNP Bengkulu,” kata Dewa, kepada awak media.
Ia menyampaikan bahwa narkoba merusak generasi muda. Maka dari itu, kata dia, pihaknya akan member sanksi tegas terhadap pegawainya yang kedapatan menggunakan narkoba.
“Kalau memang terlibat jaringan narkoba, tentunya kita akan selidiki dulu. Dan jika benar, maka kita usulkan atau rekomendasi untuk pemecatan ke Menteri,” tegas Dewa.
Disinggung masalah pegawai Lapas dan Rutan untuk menjalani tes urine, Dewa akan melakukan hal tersebut. “Ya, di Lapas dan Rutan juga kita tes urine. Tapi, secara mendadak,” serunya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.