Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penyeludup Pakaian Bekas Lempari Polisi dengan Bom Molotov

Erie Prasetyo , Jurnalis-Rabu, 06 April 2016 |15:13 WIB
Penyeludup Pakaian Bekas Lempari Polisi dengan Bom Molotov
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

MEDAN - Saat melakukan patroli, pihak gabungan dari Bea dan Cukai serta Satpolair Polres Tanjungbalai, Sumatera Utara (Sumut), diserang para penyeludup pakaian bekas (monza) dengan menggunakan bom melotov di perairan Selat Malaka.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat petugas gabungan mengadakan patroli di lokasi. Kemudian petugas pun menghadang kapal penyeludupan ballpres pakaian bekas yang hendak dibawa ke Tanjungbalai, Sumut. (Baca Juga: Polhut Diserang Kelompok Bersenjata, Polisi Sita Tiga Peluru)

Akan tetapi, sebelum tiba, petugas langsung diserang puluhan orang ABK yang berada di dalam kapal dengan cara melempari petugas. Untuk menghindari jatuhnya korban, kapal petugas gabungan pun menghindar dan meminta bantuan kapal water canon BC Tanjungbalai Karimun.

Setelah kapal itu tiba, petugas lalu menyiram kapal tongkang pengangkut pakaian bekas itu dengan air. Tak berapa lama kemudian, kapal penyelundup itu bisa diamankan dan dikuasai.

Saat itu, 18 anak buah kapal penyelundup lalu berusaha kabur dengan terjun ke laut, namun akhirnya bisa ditangkap petugas. Di saat yang bersamaan, personel Polres Tanjungbalai dan Polres Asahan melakukan penjagaan di ponton Bagan Asahan.

"Benar, kemarin kejadiannya, ada beberapa yang diamankan dan sekarang masih dimintai keterangan oleh pihak polres," ujar Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Assegaf kepada Okezone, Kamis (6/4/2016).

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement