JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan untuk mencari kuburan massal korban Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam Tragedi 1965.
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu mengatakan, pemerintah memang sepantasnya menyelusuri keberadaan makam massal tersebut. Apalagi kata Masinton banyak informasi yang membenarkan hal ini.
"Perlu ditelusuri sih oleh negara. Informasi yang ada selama ini kan semacam informasi yang seliweran. Tapi di beberapa tempat kan memang fakta itu ada," kata Masinton saat dihubungi, di Jakarta, Senin (25/4/2016).
Mantan aktivis tahun '98 itu pun tak menampik jika rezim Orde Baru milik Soeharto menutup-nutupi fakta sejarah yang ada. (Baca juga: Jokowi Perintahkan Menko Polhukam Cari Kuburan Massal PKI)
"Maka kemauan dari pemerintah untuk menelusuri itu harus didukung, karena apa pun ini adalah berkaitan dengan sejarah bangsa kita," sebut politikus PDI Perjuangan itu.
Dari hasil itu, nantinya ditentukan salah atau tidaknya negara kepada para korban tragedi tersebut. Jika sudah begitu baru diputuskan soal permintaan maaf dari negara.
"Kalau memang nanti fakta-fakta itu terungkap dan juga korban-korbannya ada, kemudian ternyata memang kita mengalami masalah sejarah kelam karena perbedaan politik kemudian diperlakukan tidak manusiawi, bahkan dibunuh. Dalam konteks ini negara memang harus mengakui itu," tuntasnya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.