Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Duterte Peringatkan Obama: Saya Bukan Pelayanmu!

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Sabtu, 08 Oktober 2016 |03:31 WIB
Duterte Peringatkan Obama: Saya Bukan Pelayanmu!
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: Inquirer)
A
A
A

DAVAO - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengeluarkan peringatan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) untuk menilai negaranya sendiri atau berisiko akan kehilangan Filipina sebagai sekutu. Duterte juga menegaskan bahwa dia bukan pelayan AS maupun Obama.


Peringatan dari Presiden Duterte ini muncul dalam pidatonya di Davao pada Jumat 7 Oktober malam tadi. Presiden berjuluk “The Punisher” atau “Penghukum” itu bahkan menantang Obama menggulingkan atau bahkan membunuhnya melalui agen CIA.

Presiden menyebut nama Obama empat kali dalam sambutannya saat dia mengulangi sebanyak dua kali bahwa latihan perang tahunan AS dan Filipina pada tahun ini akan menjadi yang terakhir. Duterte tegaskan, latihan perang gabungan itu bukan bagian dari Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) atau Perjanjian Kerjasama Pertahanan.

”Nilai diri sendiri, karena jika Anda tidak, Anda akan kehilangan Filipina,” kata Duterte memperingatkan Obama.”Saya bukan pelayanmu!,” katanya lagi.

Duterte masih kesal dengan AS, Uni Eropa, dan kelompok HAM yang terus mengkritik perang melawan narkoba di Filipina. Perang melawan kejahatan yang dikobarkan Duterte itu telah menewaskan ribuan orang, baik pecandu maupun gembong narkoba.

”AS, Uni Eropa, (kelompok) hak asasi manusia, cara mereka berbicara, mereka menegur (saya) seolah-olah saya dianggap mereka  anak,” kata Duterte.

”Saya bukan pelayanmu. Jangan lakukan itu pada saya ketika Anda berbicara dengan saya, Obama, kelompok hak asasi manusia dan Uni Eropa, jika Anda tidak bodoh, saya ini Presiden Republik Filipina,” imbuh Duterte, sebagaimana dikutip Inquirer, Sabtu (8/10/2016).

Presiden Duterte mengaku membenci Obama ketika mengatakan kepadanya agar melakukan perang narkoba di "jalan yang benar". Sedangkan Uni Eropa dan PBB telah membuat tuduhan bahwa Pemerintah Duterte menoleransi pembunuhan di luar hukum di Filipina terkait perang melawan narkoba.

(Ahmad Taufik )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement