MOSUL – Amerika Serikat (AS) menduga ISIS akan menggunakan senjata kimia untuk mempertahankan Mosul dari serangan pasukan Irak dan sekutunya. Namun, AS juga mengatakan kemampuan teknis kelompok pimpinan Abu Bakr Al Baghdadi itu untuk membuat senjata kimia sangatlah terbatas.
“Mengingat perilaku kejam ISIS dan tidak kepeduliannya terhadap standar dan norma internasional, insiden seperti pemakaian senjata kimia tidak mengejutkan,” kata seorang pejabat AS yang tak disebutkan namanya sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (19/10/2016).
Dalam insiden sebelumnya, AS mengonfirmasi menemukan senyawa sulfur mustard yang banyak digunakan dalam senjata kimia pada pecahan amunisi ISIS. Kelompok itu juga diketahui menggunakan senjata kimia mustard beberapa bulan sebelumnya.
Sulfur mustard adalah senyawa kimia yang dapat membakar kulit dan paru-paru jika terpapar kepada manusia. Namun, dalam dosis rendah senyawa itu tidak mematikan.
Sejauh ini AS tidak yakin ISIS telah mampu mengembangkan senjata kimia dengan efek mematikan, sehingga ancaman terbesar bagi pasukan Irak dan milisi Kurdi saat menggempur kota berasal dari persenjataan konvensional. (dka)
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.