Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TOP FILES: Mengenal Gus Dur dalam Kilas Ingatan

Randy Wirayudha , Jurnalis-Jum'at, 23 Desember 2016 |16:59 WIB
TOP FILES: Mengenal Gus Dur dalam Kilas Ingatan
Mendiang KH Abdurrachman Wahid alias Gus Dur (Foto: Heru Haryono/OKEZONE)
A
A
A

KINI kalau kita bicara tentang Gus Dur atau KH Abdurrachman Wahid, segala puja-puji terlontar dari mulut sambil mengenang sosoknya. Padahal dulu, terutama pada 2001, tak sedikit orang yang menghujat hingga akhirnya Gus Dur dijungkalkan dari kursi Presiden RI keempat.

Sekira sepekan mendatang, ingatan akannya muncul lagi melalui Haul ketujuh Gus Dur yang jatuh setiap tanggal 30 Desember. Tanggal di mana pada 2009 silam Gus Dur tutup usia akibat penyakit komplikasi, mulai dari stroke, diabetes hingga gangguan ginjal.

Bagi masyarakat “minoritas” di Indonesia, Gus Dur adalah figur besar yang diagungkan. Berkatnya, etnis Tionghoa tak lagi terkungkung dan bisa merayakan Hari Imlek.

Berkatnya pula, orang-orang di timur Indonesia tak lagi malu lagi menyebut mereka orang Papua dan aspirasi mereka didengarkan, setelah selama Orde Baru dikesampingkan. Berkat dia pula, semua yang berbau politis tak lagi tabu diselingi banyolan.

Sedikit membahas “biografinya”, Gus Dur lahir dari keluarga ulama yang cukup ternama di negeri ini pada 7 September 1940. Kakeknya ulama yang juga pahlawan KH Hasyim Asy’ari. Ayahnya KH Wahid Hasyim dikenal sebagai Menteri Agama Indonesia pertama.

Sebutan Gus Dur tak lepas dari kehidupannya di pesantren. Nama lahir Gus Dur sejatinya adalah Abdurrahman Addakhil yang disebutkan artinya “Sang Penakluk”. Dia menyandang sebutan “Gus” karena beliau anak kiai yang berarti “abang” dan “Dur” dari kependekan namanya Abdurrachman.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement