FENOMENA ojek online sejak kemunculannya, memicu konflik tersendiri lantaran berkaitan dengan “urusan perut”. Ojek konvensional hingga taksi dan angkot, mulai tergusur dari hati masyarakat dan tentunya, pendapatan mereka merosot sedikit demi sedikit.
Padahal kalau bicara ojek, atau katakanlah ojek konvensional, sudah merupakan sarana transportasi yang inovatif – setidaknya sejak kemunculannya pada 1960-an.
Menilik berbagai sumber, ojek mulai eksis di Indonesia tahun 1969. Namun disebutkan, ojek pertama kali hadir di Jawa Tengah dengan kendaraan masih berupa sepeda, belum berupa sepeda motor.
“Angkutan” inovatif ini entah siapa yang memulainya. Namun yang pasti, masyarakat di pedesaan sangat terbantu dengan eksisnya jasa ini. Terlebih untuk mengantar barang atau orang dari satu tempat ke tempat lain yang jaraknya bisa bikin ‘gempor’ kalau jalan kaki.