Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih, Senin (16/11/2009) siang, akhirnya menerjunkan staf khusus dan peneliti dari Badan Penelitian dan pengembangan (Balitbang) Departemen Kesehatan (Depkes) ke Sukabumi untuk meluruskan kesimpangsiuran hasil uji laboratorium atas sampel darah 300 peternak.
Perseteruan antara peternak Sukabumi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih semakin memanas. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi membantah telah menerima hasil uji laboratorium atas sampel darah para peternak dari Puslitbang Departemen Kesehatan.
Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menuding Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih telah melakukan kebohongan publik terkait pengambilan sampel darah ratusan peternak asal Sukabumi.
Kontroversi soal sampel yang dibawa ke Vietnam, diluruskan Depkes dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR. Vietnam merupakan negara tempat sekretariat kerja sama ASEAN untuk flu burung.
Staf khusus perlindungan faktor risiko Departemen Kesehatan Triono Soendoro, membantah bahwa sampel yang dibawa ke Vietnam adalah virus. Sampel tersebut hanya copy DNA (CDNA). Itu pun tidak dijual, melainkan untuk diteliti dan dibawa lagi ke Tanah Air.
Komisi IX DPR yang membidangi masalah kesehatan, mempertanyakan Komisi Penelitian Virus yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyangkal membawa sampel darah para peternak Sukabumi ke Hanoi, Vietnam, untuk dilakukan uji laboratorium. Sampel darah para petani berada di laboratorium Puslitbang Depkes.