JAKARTA - Pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Sutomo ternyata tak jadi soal penting bagi anak-anaknya. Pemberian gelar tersebut bagi putra ke dua Bung Tomo adalah nomor sepuluh.
"Bagi kita yang pentingkan pahlawan rakyat dan diakui rakyat. Diakui sebagai pahlawan nasional itu nomor sepuluh. Yang penting pengakuan masyarakat," ujar putra ke dua dari empat bersaudara pejuang Sutomo alias Bung Tomo, Bambang Sulistomo yang ditemui wartawan usai menghadiri acara Peringatan Hari Pahlawan 10 November di Balai Sarbini, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (10/11/2007).
Menurutnya, masih banyak para pejuang yang tak dikenal oleh masyarakat. Ia bersyukur jejak sejarah perjuangan orang tuanya masih dikenang dan diingat oleh masyarakat meski Bung Tomo -panggilan Sutomo- telah tiada. "Kami rasakan betul perhatian masyarakat, mereka tahu dari mana asal usulnya," tambah Bambang.
Menurutnya, gelar seperti pahlawan nasional untuk Bung Tomo, sebelumnya pernah diajukan oleh DPRD Jawa timur. Namun Bung Tomo dinilai Badan Pertimbangan Pahlawan Pusat hany sebagai pahlawan lokal.
"Tapi ya sudahlah kita tidak perlu persoalkan itu. Karena keluarga sudah merasa puas bapak dipilih sebagai pahlawan rakyat."
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputra kepada sembilan orang yang dianggap berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Empat diantaranya mendapat gelar Pahlawan Nasional yakni Mayjen TNI Purn Dr Adnan Kapau Gani (1905-1968), Mr Dr Ide Anak Agung Gede Agung (1921-1999), Dr Mustopo (1913-1986) dan Brigjen TNI Anumerta Ignatius Slamet Riyadi (1927-1950).
(Kemas Irawan Nurrachman)