JAKARTA - Real Estate Indonesia REI daerah DKI Jakarta akan membangun 800 unit rumah susun di kawasan Marunda. Pembangunan ini merupakan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov DKI dan DPD REI DKI Jakarta.
"Tadi telah dilaksanakan (penandatanganan). Seperti yang kita sepakati tadi dengan REI akan dibangun 800 unit dan Insya Allah dua tahun selesai," Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai menandatangai MoU di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/11/2007).
Fauzi menambahkan rusun ini diperuntukan untuk masyarakat menengah kebawah terutama kepada warga yang memiliki KTP DKI, dan pembangunan ini pun sebagian anggarannya dari APBN dan APBD.
"Ini diperuntukan untuk warga Jakarta yang tinggal di bawah jalan tol dengan sistem sewa. Karena khawatir kalau dikasih atau diperjual belikan, nanti malah dijual lagi," imbuh Fauzi.
Jika pembangunan rusun tidak selesai dalam waktu dua tahun seperti yang tertuang dalam perjanjian, maka para pengembang yang terdiri dari 28 pengembang tersebut tidak akan diberikan izin pembangunan lain jika dia memiliki proyek-proyek yang akan dibangun.
"Dalam perjanjian, sanksinya ya harus diselesaikan dulu dan jika tidak diselesaikan bisa kena penalti.Jika si pengembang ingin minta izin membangun lagi ya gak bisa kita kasih izin," tegas Foke.
Menurut Foke, rusun itu akan dibangun pada lahan seluas 3 hektar dengan tipe 36. Foke juga meminta agar para pengembang melaksanakan kewajiban -kewajibannya.
"Saya akan mewajibkan pada pengembang, mencantumkan perizinan. Seperti halnya anda memasang iklan produk anda, jadwal waktu kapan selesai juga harus dicantumkan. Para pengembang juga harus mematuhi koefisien dasar bangunan atau KDB, untuk memenuhi kewajiban 20 persen. Kita minta pembangunan dilaksanakan secara professional sesuai yang dijanjikan," Â
Sementara itu, Ketua DPD REI Tulus Santoso menambahkan dari 56 pengembang REI, baru 28 yang memenuhi kewajiban menyisihkan 20 persen lahannya untuk pembangunan rusun sederhana. Namun menurut dia tidak ada jangka waktu untuk penyerahan 20 persen lahan itu.
"Tidak ada jangka waktu pemenuhan kewajiban 20 persen lahan nilai proyek ini, satu unit senilai Rp150 juta.
"Tulus menambahkan tanah di Marunda itu memiliki total luas lahan sebesar 40 hektar namun hanya 2-3 hektar yang akan dibangun rusun."Ada delapan tower. Satu tower untuk 100 unit,"ujar dia.
(Fitra Iskandar)