Pemondokan Haji di Mekkah Bermasalah

, Jurnalis
Senin 19 November 2007 10:27 WIB
Share :

MEKKAH - Penempatan jamaah haji di Mekkah diperkirakan terhambat, menyusul problem pemondokan. Problem pemondokan haji tersebut kemarin diungkapkan Tim Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH).

Tim gabungan Departemen Kesehatan dan Departemen Agama itu menjelaskan, problem pemondokan muncul karena warga setempat tiba-tiba membatalkan kontrak secara sepihak tanpa alasan jelas.

Hal ini, menurut Ketua Daerah Kerja (Daker) Mekkah Wardani Muchlis, membuat pusing PPIH. Sebab calhaj mulai berdatangan dari Jeddah dan kemudian menuju Madinah. Jika problem pemondokan di Mekkah tak dapat diselesaikan dalam waktu cepat, ujar Wardani, sangat mungkin penempatan jamaah di kota tersebut terhambat.

Wardani menjelaskan, pemilik pondok membatalkan kontrak secara sepihak meski mereka sudah diikat perjanjian tertulis. Namun, menurutnya, masih ada waktu untuk mengatasi masalah pemondokan ini.

Karena itu dia berharap masih ada warga Mekkah yang mau menyewakan pemondokan untuk jamaah asal Indonesia meski dengan harga yang jauh lebih mahal.

Wardani mengaku sudah ada warga Mekkah yang menawarkan pemondokan. Namun harus dicek lagi apakah pemondokan itu layak atau tidak untuk ditempati. Termasuk dicek juga apakah lokasinya tidak jauh dari Masjidil Haram.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Depag Slamet Riyanto membantah adanya kendala dalam pemondokan jamaah haji di Mekkah.

Slamet menjelaskan, permasalahan pemondokan sudah selesai jauh sebelum jamaah haji tiba di Arab Saudi. "Tidak ada kendala pemondokan. Ini hanya reaksi sesaat karena jamaah haji kerap inginnya selalu bersama teman dan keluarganya. Tidak mau dipisahkan. Padahal pemondokan sudah kita atur," terangnya saat dikonfirmasi.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya