Ratusan PSK dan Hidung Belang Test HIV/AIDS

Toni Kamajaya, Jurnalis
Sabtu 24 November 2007 11:03 WIB
Share :

SUKABUMI - Ratusan pekerja seks komersial (PSK) dan para pria hidung belang yang kerap berada di sepanjang kawasan wisata pantai Palabuhanratu, Kab Sukabumi, menjalani test HIV AIDS. Upaya pendeteksian penyebaran virus berbahaya itu dilakukan langsung tim penanggulangan HIV ADIS dinas kesehatan (Dinkes) setempat, Sabtu (24/11/2007), dengan cara menyisir tempat-tempat yang diduga sebagai lokasi prostitusi.

Berdasarkan pantauan, seperti layaknya melakukan operasi cipta kondisi yang dilakukan aparat kepolisian, test HIV AIDS ini juga dilakukan tim dinkes dengan cara mendatangi satu per satu tempat-tempat yang kerap dijadikan ajang transasaki seks. Di antaranya warung remang, cafe serta tempat-tempat tersembunyi di beberapa titik pantai di sepanjang perairan Palabunaratu, terutama di tempat keramaian pantai Citepus.

Operasi ini sempat diwarnai kepanikan para PSK. Mereka berusaha menghindari petugas yang akan melakukan test darah dengan menggunakan jarum suntik. Umumnya, para PSK yang berusia kisaran 20-40 tahun itu mengaku merasa alergi dengan jarum suntik.

Penolakan tersebut, sempat membuat para petugas tim medis bersusah payah mengejar serta membujuk para PSK, pekerja warung remang dan cafe maupun hidung belang untuk mengikuti test darah yang digelarnya.

Lilis, salah seorang PSK yang kerap mangkal di kawasan Pantai Citepus mengaku, dirinya merasa terkejut dengan keberadaan para petugas dinkes yang datang secara mendadak. Meski bertujuan baik, namun kedatangannya sempat membuat panik ia beserta tempat PSK lainnya, terutama saat diminta disuntik untuk pengambilan sample darah,

"Bukannya tidak mau mas, tapi saya takut sama jarum suntik. Apalgi kedatangan mereka (Dinkes) saat saya sedang bekerja mencari tamu," tutur Lilis.

Lilis mengaku, dari ratusan PSK yang mangkal di kawasan air Palabuhnartau, sebagian kecil diantaranya selalu berusaha memeriksakan kesehatannya melalui rumah sakit atau puskesmas terdekat. Hanya saja, kata Lilis, jumlah PSK yang menjalani hal itu masih relatif kecil. Sebagian besar lainnya merasa enggan untuk menjalani pemeriksaan, mengingat keterbatasan dana yang dimiliki masing-masing PSK.

"Kami juga ingin sehat, kalau punya uang selalu memaksakan pergi ke dokter untuk melindungi dari penyakit," tuturnya.

Dalam operasi pendeteksian penyebaran virus HIV AIDS tersebut, tim dinkes berhasil mengambil ratusan sampel darah. Rencenannya, sluruh sampel darah itu akan di uji di laboratorium Dinkes Jabar.

"Kita akan segera mengirimkan sampel darah mereka ke laboratorium milik dinkes Jabar. Upaya ini edilakukan untuk mengetahui tingkat keterjangkitan HIV AIDS di kalangan PSK di wilayah Kab Sukabumi," tutur Ketua Tim penanggulangan HIV AIDS Kab Sukabumi, dr Ramli.

Menurut Ramli, operasi pengujian sampel darah ini akan terus dilakukan secara berkala, mengingat paraiaran Palabuhanratu merupakan kawasan wisata terbuka yang banyak dikunjungi banyak lapisan masyarakat, terutama wisatawan dari mancanegara.

Berdasarkan data yang ada pada Subdin Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kab Sukabumi, sepanjang tahun 2007 ini telah terjadi peningkatan kasus HIV AIDS positif menjadi 49 kasus. Kasus terakhir diantaranya adalah pada seorang PSK di Palabuhanratu.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya