Awas! Pencurian Benda Purbakala Meluas

Avie Prasetya, Jurnalis
Sabtu 24 November 2007 23:04 WIB
Share :

SEMARANG - Meskipun lima arca purbakala yang dicuri dari Museum Radya Pustaka Surakarta saat ini telah ditemukan kembali, namun masih ada kekhawatiran bahwa kemungkinan ada pencurian benda purbakala di museum lainnya, terutama yang ada di Jawa Tengah (Jateng).

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Daniel Toto Indiyono mengungkapkan, kekhawatiran itu cukup beralasan, karena selama ini pengamanan dan pengawasan di museum-museum tidak begitu ketat. Apalagi dengan adanya pencurian di Museum Radya Pustaka.

Karena itu dalam waktu dekat, Komisi E DPRD Jateng akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk membahas langkah pengamanan dan pengawasan di museum, sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya pencurian atau penukaran benda bersejarah di museum dengan benda lain yang serupa.

"Kita sudah kecolongan. Jadi wajar kalau kami khawatir kejadian serupa terjadi di museum lain. Karena itu pekan depan kami akan segera melakukan koordinasi dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jateng maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng untuk membahas langkah pengamanan dan antisipasi", kata Daniel Toto kepada wartawan saat menghadiri Lomba Paduan Suara Antar DPC PDIP se-Jateng, di Semarang, Sabtu (24/11/2007).

Menurut politisi PDIP Jateng ini, beberapa hal yang akan menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi tersebut, antara lain adalah identifikasi dan mengecek daftar inventaris benda-benda bersejarah yang ada.

"Identifikasi itu untuk mengecek keaslian benda, dan inventarisasi untuk memastikan apakah benda bersejarah tersebut masih ada di museum itu atau tidak", jelasnya.

Guna mengantisipasi kejadian pencurian atau penukaran benda bersejarah dari museum atau situs purbakala di Jateng, lanjut Daniel, instansi yang berwenang diharapkannya menambah jumlah tenaga pengawas maupun tenaga ahli.

"Kan masih banyak benda bersejarah yang belum terwadahi dalam museum. Kalau nanti tidak ada pengawas dan tenaga ahlinya, nanti bisa kecolongan lagi kita. Malah tambah repot", pungkasnya.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya