Paket Putau Rp5 Juta Dilempar ke dalam LP Kerobokan

Miftachul Chusna, Jurnalis
Kamis 29 November 2007 12:57 WIB
Share :

DENPASAR - Lembaga Pemasyarakat (LP) Kerobokan, Denpasar, Bali, menerima sebuah bungkusan paket yang dilempar dari luar penjara. Setelah dibuka, isinya ternyata 18 paket narkotika jenis putau. Kejadian itu dibenarkan Kapala LP Kerobokan, Ilham Djaya.

"Kalau ditaksir, satu paket putau harganya Rp300 ribu. Berarti totalnya mencapai Rp5 juta lebih," kata Ilham di kantornya, Jalan Tangkuban Perahu, Denpasar, Kamis (29/11/2007).

Ilham menjelaskan, peristiwa itu diketahui anakbuahnya, Kamis 27 November lalu. Saat itu, lima orang petugas yang sedang berpatroli menemukan bungkusan mencurigakan yang tergeletak di areal brand gang (ruang kosong antara tembok penjara dengan pos jaga). Begitu diamankan dan dibuka, bungkusan itu ternyata berisi 18 paket putau siap edar.  

Pihak Lapas akhirnya menyerahkan bungkusan itu kepada aparat kepolisian, kemarin. "Untuk sementara, barang kita sita untuk kepentingan penyelidikan. Kita juga akan mencocokkannya dengan daftar napi yang sering terlibat kasus narkoba di dalam penjara," kata Kapolres Badung AKBP Abdul Latief Maulana dalam kesempatan yang sama.

Namun Ilham meyakini, temuan paket putau itu membuktikan masih adanya sindikat narkoba di dalam penjara.
"Dengan kata lain, suplai dan demand narkoba di dalam penjara masih berjalan. Kita akan usut tuntas dengan minta bantuan kepolisian," ujarnya.
   
Dia menambahkan, peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Menurut ilham, setidaknya dua akdi pelemparan paket narkoba pernah terjadi dan jatuh di brand gang yang merupakan areal seteril.

Barang bukti yang berhasil diamankan saat itu adalah bungkusan 1 kg ganja dan sebuah bola kasti yang di dalamnya berisi sabu-sabu. "Cara seperti ini selalu dilakukan karena pos bagian depan dijaga ketat oleh sipir dan polisi," ujarnya.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya