JAKARTA - Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid membantah anggapan yang dikemukakan Hizbut Tahrir Indonesia bahwa para ulama Nahdlatul Ulama (NU) mendukung gagasan negara Islam atau ke-khilafahan.
"Jelas sekali, bahwa NU menyejajarkan antara Islam dan semangat kebangsaan . NU sudah lama berpendapat bahwa bukanlah kewajiban agama untuk mendirikan negara Islam," kata Gus Dur seperti tertulis dalam pesan pendek yang diterima okezone, Jumat (21/12/2007).
Ditambahkan mantan Presiden RI ini,  posisi NU sudah jelas seperti diputuskan dalam muktamar NU kesembilan di Banjarmasin. "Memang NU pernah â€~dikuasai' oleh orang-orang yang menginginkan negara Islam di Tanah Air. Tetapi perdebatan tentang hal itu ternyata dimenangkan pendapat di atas," jelasnya.