KARAWANG - Kepala sekolah (kepsek) SD Tanjungpura IV Desa Tanjungpura, Karawang Barat, Suryana Hadi diduga menyelewengkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Akibatnya, sebanyak 437 murid kelas 1-6 terpaksa ulangan dengan cara menulis tangan soal dan jawaban.
"Kami sebetulnya mau melaporkan ulah kasek ini. Tapi yang bersangkutan pernah meminta agar kami tidak melaporkan karena dia akan berubah. Tapi justru pada bulan ini ulahnya semakin menjadi-jadi," tandas Ketua Komite SD Tanjungpura IV Omay Komara, di Karawang, Jawa Barat, Minggu (23/12/2007).
Akibat perbuatan yang tidak bertanggungjawab itu, para guru pun menulis soal ulangan di papan tulis. Padahal, jumlah anggaran bulan Desember 2007 yang disunat Suryana tidak banyak yakni, senilai Rp9.177.000.
Dia mengungkapkan, ulah kepsek yang kini sedang menunaikan ibadah haji sejak 19 November lalu itu sudah begitu meresahkan para murid dan guru. Omay menyatakan, dana BOS yang seharusnya cari pada Desember untuk biaya operasional ulangan semester ini dicairkan kasek pada 10 November, sebelum berangkat ibadah haji.
"Ini bukan yang pertama kali kepsek selewengkan dana BOS. Sudah sekian kali tapi dia belum juga mau berhenti," ujar Omay. Dijelaskannya, pada ulangan semester yang berlangsung sejak 10-15 Desember lalu, para siswa menulis soal ulangan di kertas masing-masing tanpa dibagikan selembar kertas soal atau jawaban.
Para guru, jelasnya, terpaksa menulis puluhan soal di papan tulis pada saat ulangan terjadi. Hal ini, imbuhnya, sangat menghambat kegiatan ulangan semester di sekolah tersebut. Kasus ini, ungkap Omay, sebetulnya sudah diketahui pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kec Karawang Barat.
Ketua UPTD Dewi Aenah sendiri, sambungnya, sudah mengetahui dan mempersilahkan Komite melaporkan persoalan ini. Namun, jelasnya, sebagai ketua Komite dirinya hanya berwenang mengawasi jalannya kegiatan belajar di sekolah. "Yang berwenang untuk ini semuanya sebetulnya bagian pengawasan dan UPTD. Makanya biar nanti mereka yang lapor. Saya melaporkan kepada media saja," ujarnya.
(Ismoko Widjaja)