Benarkah Soeharto Terlibat Kasus Penyelundupan Bersama Liem Sie Liong

Fitra Iskandar, Jurnalis
Selasa 29 Januari 2008 10:35 WIB
Share :

Soeharto adalah sosok kontroversial. Meski lengser dari kursi kepresidenan dan terus dililit persoalan hukum, pelanggaran HAM dan dugaan korupsi, sebagian masyarakat menganggap Soeharto adalah pemimpin yang berjasa besar bagi negara.

Namun sebagian kalangan, khususnya yang merasa sebagai korban politik rezim orde baru, mengaggap Soeharto adalah pemimpin yang berlumuran darah, dan penuh dosa masa lalu. Pembantaian terhadap orang yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia pada 1965, tragedi Tanjung Priok, kasus Talang Sari, dan tragedi 27 Juli merupakan catatan tersendiri sebagai sisi kelam dari pria kelahiran Kemusuk, Argomulyo Bantul, DIY ini.

Sebelum, naik ke tampuk kepresidenan, sejumlah catatan hitam pun tak luput melengkapi lembar kontroversi sejarah Soeharto. Ketika menjabat Pangdam Diponegoro, Soeharto disebut terlibat perdagangan kayu illegal bersama Liem Sie Liong (yang akhirnya menjadi konglomerat di masa Orde Baru). Ia menjalankan misi ini bersama Kol. TNI-AD Moenadi, dan Bob Hasan.

Akibatnya, Soeharto sempat ditegur oleh Jendral AH Nasution yang mengetuai PARAN ( Panitia Retooling Aparatur Negara) ketika itu. Aksi Soeharto inipun sempat terdengar oleh Presiden Soekarno, namun Jenderal Gatot Soebroto, ayah angkat Bob Hasan, meminta Soekarno untuk "memaafkan" Soeharto.

Soekarno selaku Panglima Tertinggi (Pangti) ABRI tidakpun memecatnya. Ia malah menyekolahkan Soeharto ke Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (SSKAD) yang  direkturnya dijabat Brigjend TNI Soewarto.  

Saat itu Soeharto diusulkan rekannya, Ahmad Tahir, agar dipilih sebagai siswa teladan. Tetapi  usulan itu ditolak Brigjend MT Haryono, satu di antara korban G 30 S/1965.

Ketika mengomandoi Operasi Mandala, Soeharto mengusulkan agar Kostrad  menjadi Kostranas yang langsung di bawah Pangti. Usulan itu ditolak  KSAD Jend A Yani, dan KSAB  Jend AH Nasution.

Tahun 1964, Soeharto  diangkat menjadi Wakil KOLA (Panglima Komando Siaga) yang dipimpin Oemar Dhani (Menteri Panglima Angkatan Udara). Saat masa konfrontasi Indonesia dengan Ma-laysia, Soeharto diduga terlibat penyelundupan kopra dari Sulawesi dan sapi dari Bali ke Hongkong.

Disebutkan, bersamaan dengan itu, pesawat Hercules beserta penumpangnya hilang,
sebagai akibat bocornya operasi militer. Saat itu pasukan Malaysia menyiarkan secara lengkap daftar pasukan PGT AURI yang tertangkap sewaktu diterjunkan. Kebocoran itu disebabkan oleh adanya kontak antara Soeharto dan pihak Malaysia.

Kembali Soeharto ditegur dan diharuskan membuat surat pengunduran diri, namun posisinya terselamatkan dengan meletusnya peristiwa G 30 S/1965. (diolah dari berbagai sumber)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya