Dituduh Tukang Santet, Riwan Tantang Nija Sumpah Pocong

P Juliatmoko, Jurnalis
Senin 17 Maret 2008 17:45 WIB
Share :

BONDOWOSO - Merasa jengkel karena dituduh sebagai tukang santet, Ruk alias Riwan (56) menantang Raudah alias Nija (45) tetangganya untuk melakukan sumpah pocong. Kedua warga tersebut merupakan Dusun Pakis Desa Patemon Kecamatan Pakem dan melakukan sumpah pocong di masjid di desa setempat.

Sumpah pocong itu dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesis (MUI) Bondowoso KH Muis Turmuzi. Acara tradisi yang dianggap skaral itu menarik perhatian ratusan warga untuk mendatangi masjid terbesar di Desa Patemon itu. Sebelum sumpah pocong digelar, KH Muis Turmuzi meminta kepada warga untuk tidak mudah malukan tuduh menuduh yang berujung pada fitnah.

Sebab tuduhan tanpa ada bukti kongkrit dan juga saksi sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam. "Kami minta warga nantinya tidak asal tuduh seseorang memiliki ilmu santet. Harus ada buktinya, makanya Pak Ruk wajar minta sumpah pocong untuk menepis tuduhan itu," kata KH Muis Turmuzi, Senin (17/3/2008).

Riwan siap melakukan sumpah pocong karena tidak ingin nama baiknya dituding memiliki ilmu santet. Apalagi Raudah, tetangganya menderita sakit yang diduga karena ilmu santet Riwan. "Raudah pernah berselisih dengan Ruk memang sudah lama, kemungkinan sakitnya Bu Raudah seperti dihubung-hubungkan dengan ilmu santet yang dimiliki Riwan," kata Suhadi, salah seorang warga desa.

Kemudian Riwan tidak terima dan mengaku tidak pernah memiliki ilmu santet. Soal Raudah yang memiliki sakit, Riwan tidak memiliki rasa dendam sedikit pun. Riwan berani melakukan sumpah pocong karena ia yakin kalau tidak memiliki ilmu hitam itu maka yang menuduh dirinya akan mendapat siksa.

Sedangkan Camat Pakem Karna, Suswandi mengaku kalau dirinya sudah berusaha mendamaikan kedua belah pihak melalui musyawarah dan kekeluargaan. Namun ajakan itu tidak digubris oleh pihak Raudah.

"Ya, akhirnya terjadilah sumpah pocong itu, kita berharap setelah sumpah pocong di Desa Patemon ini selesai, maka jangan ada lagi. Sebelumnya juga pernah ada sumpah pocong di Desa Gadingsari, jadi awal tahun ini sudah dua kali sumpah pocong," kata Karna Suswandi.

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya