JAKARTA - Puluhan orang yang berasal dari Solidaritas Dayak Bersatu melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam aksinya, mereka meminta agar Pilkada Kaltim diundur hingga pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) berakhir Juli mendatang.
"Kami meminta agar salah satu calon juga berasal dari putra-putri Dayak," kata Merlin Viney, salah seorang anggota Solidaritas Dayak Bersatu kepada okezone di sela-sela aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kaltim, Jalan Jenderal Sudirman Pelandasan, Selasa (25/3/2008).
Dia menjelaskan, alasan mengikutkan putra-putri Dayak karena ingin melestarikan budaya daerah. "Kita ingin budaya Dayak yang ada di Kaltim tetap hidup," tandasnya.
Aksi yang berjalan sejak pukul 10.00 Wita ini, diwarnai dengan suara alat musik khas Dayak. Untuk menarik perhatian warga, salah seorang pendemo menggunakan pakaian Dayak asli.
Mereka juga tak lupa membawa spanduk bertuliskan "Undur pilgub atau tidak perang", "Hidup Dayak". Selain itu, pendemo juga mengenakan kain berwarna merah di kepala.
(Kemas Irawan Nurrachman)