YOGYAKARTA-Untuk mengusut tuntas kasus jual beli kursi masuk UGM, Rektor UGM Prof Ir Sidjarwadi mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda DIY. Dalam pertemuan kemarin Sudjarwadi mengaku bahwa pihak kepolisian siap membantu untuk menyelidiki kasus jual beli kursi tersebut.
" Kita sudah koordinasi dengan kapolda kok. Dan pak Kapolda siap membantu dengan menerjunkan tim intelijennya," kata Sudjarwadi di sela-sela kunjungan memantau peleksaan Ujian Masuk UGM, di Fakultas Kedokteran Hewan, Minggu (13/4/2008).
Namun demikian Rektor berharap agar informasi tersebut jangan buru-buru disebarluaskan agar oknum/pelaku kasus jual beli kursi ini bisa ditangkap. Sudjarwadi juga mengatakan selain berkoordinasi dengan polisi secara internal UGM juga membentuk tim internal khusus yang diharapkan bisa membantu melacak indikasi adanya jual beli kursi yang juga nyaris mengenai anak Hakim Konstitusi, Mahfud MD.
" Eksternal dan internal tim sudah kita bentuk. Dan bahkan pak Mahfud sudah kirim surat juga ke kita tentang anaknya yang nyaris kena korban oknum tadi,' katanya.
Sementara itu disinggung mengenai pelaksanaan UM UGM hari ini Sudjarwadi melihat telah berlangsung dengan tertib dan lancar. Ia yakin tidak akan terjadi kebocoran soal ujian sebab untuk prosedur pembuatan hingga distribusi soal dilakukan dengan tertutup dan ketat.
" Ujian sesuai hasil laporan hingga saat ini lancar dan tertib. Dan tidak ada kebocoran soal sebab prosedurnya kita buat dengan ketat,' imbuh Sudjarwadi.