KPU Sumut Dikepung Unjuk Rasa

Robby Karo-karo, Jurnalis
Rabu 23 April 2008 11:44 WIB
Share :

MEDAN - Kantor KPUD Sumatra Utara didatangi unjuk rasa dari berbagai elemen. Para demonstran mendesak digelarnya pemilihan gubernur ulang di provinsi ini.

Demonstran antara lain berasal dari Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Sumut, Aliansi Mahasiswa Peduli Pilkada Sumut, Masyarakat Sumatra Utara Mengguga, dan Forum Peduli Pilkada Sumut. Massa datang ke lokasi ini dalam 7 gelombang.

Demonstran beralasan, keharusan digelarnya pemilihan ulang karena banyak warga yang tidak terdaftar dalam pemilihan 16 April lalu itu. Demonstran menilai, rendahnya partisipasi masyarakat merupakan bukti ketidakberesan KPU dalam memverifikasi data pemilih.

"KPU Sumut bertanggung jawab atas ketidakikutsertaan masyarakat memilih calon," seru Anggiat Hutagaol, koordinator aksi, Rabu (23/4/2008).

Dia mencontohkan kasus yang terjadi di Kabupaten Pakpak Barat. Di daerah ini warga yang tidak memberikan hak suara mencapai 60%. Sementara di Kabupaten Karo mencapai 50%, di Sibolga mencapai 40%, dan di Kota Pematang Siantar mencapai 44,25%.

"Bahkan di ibu kota provinsi yakni Kotamadya Medan, jumlah masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya sebesar 57%," beber dia.

"Karenanya kita minta pilkada diulang. Sebab jika dilihat dari data di atas, maka persentase masyarakat Sumut yang tidak memilih mencapai 50%. Ini tidak boleh dibiarkan," tegas Anggiat.

Selain mendesak pilkada ulang, pengunjuk rasa juga meminta proses penghitungan suara disetop.

Para pengunjuk rasa mengancam akan menduduki kantor KPU Sumut jika tuntutan mereka tidak dikabulkan.

Sementara ratusan aparat kepolisian terdiri dari anggota Samapta Poltabes Medan, anggota Gegana dan anggota Kompi Pelopor Brimob Polda Sumut bersenjata laras panjang tampak mengamankan kantor KPU Sumut.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya