Anak-anak Bawah Tanah Korban Inses Itu

Insaf Albert Tarigan, Jurnalis
Rabu 07 Mei 2008 11:29 WIB
Share :

WINA - Anak lelaki itu mengenal dunia hanya melalui televisi dan sedikit hal yang diingat ibunya. Dan sekarang, Stefan Fritzl (18), dan adiknya Felix (5), menjadi terbiasa dengan sinar matahari.

Setelah menghabiskan seluruh hidup mereka terkurung tanpa jendela di dalam ruang bawah tanah bersama ibu mereka, Elisabeth, mereka sekarang sedang dirawat di sisi khusus sebuah klinik di Amstetten, Austria.

Seperti diberitakan sebelumnya, Elisabeth merupakan korban penyekapan dan perkosaan oleh ayah kandungnya sendiri, Josef Fritzl, selama 24 tahun. Kasus ini menyeruak dan menghebohkan Austria.

Dokter mengatakan anak-anak itu beserta ibunya sangat pucat. Kakak mereka Krestin (19), sedang dirawat di rumah sakit karena penderitaan yang dialaminya selama hidup di dalam sel di bawah tanah yang dibuat oleh ayah Elisabeth. Di tempat itulah dia menjadi ayah dari tujuh anak yang dilahirkan oleh putrinya sendiri.

Kerstin sedang berjuang demi hidupnya. Dia telah tenang dipasangi alat bantu pernapasan dan sedang menjalani dialisis. Dokter mengatakan dia sedang dalam keadaan kritis namun stabil. Dokter tidak menjelaskan secara spesifik apa yang sedang dideritanya.

Kehadirannya di rumah sakit Amstetten adalah pemicu yang membongkar seluk-beluk kehidupan ganda Josef Fritzl. Takdir keluarganya berubah cerah setelah dokter, dibingungkan oleh penyakitnya, kepada umum disampaikan ibunya dibutuhkan karena dokter memerlukan riwayat medis. Josef dan Elisabeth ditangkap oleh polisi yang dekat dengan rumah sakit tersebut.

Sekarang, anak-anak tahanan ruang bawah tanah tersebut harus belajar bagaimana hidup di dalam cahaya. Mereka juga harus terbiasa untuk memiliki ruang mereka sendiri. Dr Berthold Kepplinger, yang memimpin tim dokter spesialis dan terapis merawat Elisabeth Fritzl dan keluarganya, mengatakan mereka semua telah diberi kamar terpisah dan memiliki mainan milik mereka sendiri.

"Adalah sebuah pertanyaan memulihkan kembali orientasi ruang mereka setahap demi setahap. Kami yakin ini akan berhasil dalam beberapa pekan mendatang," katanya.

Stefan dan Felix juga harus mengetahui sandaran keluarganya. Klinik tersebut merawat tiga anak Elisabeth yang diambil untuk hidup di atas ketika mereka masih bayi, Lisa (15), Monica (14), dan Alexander (12) dan juga ibunya Rosemarie. Keluarga tersebut telah apa yang secara resmi digambarkan sebagai "reuni yang mengejutkan" di klinik hari Minggu lalu.

"Mereka berbicara satu sama lain. Terlalu banyak yang ingin mereka ungkapkan satu sama lain," ujar Kepplinger.

Sejak 24 tahun lalu Josef Fritzl, setelah berbohong bahwa putrinya kabur, menyekap Elisabeth di bawah tanah di dalam sel selama bertahun-tahun, memerkosanya dan menjadi ayah dari tujuh anak dari putri kandungnya tersebut.

Salah seorang dari anaknya meninggal pada masa kanak-kanak dan Josef Fritzl mengatakan kepada polisi bahwa dia membakar mayat anak tersebut di dalam perapian yang digunakan untuk menghangatkan rumah.

Selama bertahun-tahun, Josef dan istrinya Rosemarie mengatakan kepada teman-temannya dan tetangga mereka bahwa mereka mengadopsi ketiga anak "tingkat atas" tersebut setelah Elisabeth meninggalkan mereka di depan pintu.

Website majalah Jerman Stern melaporkan Josef Fritzl sudah berulangkali menyewakan rumahnya selama peride 24 tahun tersebut tapi dengan persetujuan tidak pernah pergi ke basemen. Ketika beberapa penyewa mengamati bahwa ada ketukan yang berasal dari area tersebut, Fritzl mengatakan bahwa suara tersebut diakibatkan oleh panas dan pipa ledeng.

Stern juga melaporkan bahwa Josef Fritzl pernah dihukum atas kasus pemerkosaan pada tahun 1967.

Di samping optimisme dokter, jalan menuju pemulihan tampaknya akan berjalan lamban dan menyakitkan bagi Elisabeth dan anak-anaknya. Remaja Austria Natasha Kampusch yang diculik selama delapan tahun, menyatakan rasa traumatis dan penderitaannya akan tetap ada sampai seumur hidupnya.

Keluarga Fritzl, sebagai tambahan, memiliki beban yang sangat besar berkaitan dengan perbuatan inses. Para pakar menganjurkan bahwa Felix, anak bungsu, mungkin memiliki kesempatan terbaik untuk menjalani hidup normal. Kepplinger mengatakan anak itu sangat penuh kasih sayang dan cerdas, yang sangat dekat dengan ibunya.

Keluarga ini juga diberikan bantuan hukum yang memungkinkan mereka mengubah identitas. Klinik itu sendiri dijaga oleh petugas keamanan untuk melindungi privasi mereka. Untuk saat ini barangkali hal sederhana yang dapat mendukung mereka.

Pada hari Minggu, Alexander yang hidup di "tingkat atas" merayakan ulang tahunnya tanpa pesta persiapan dan kue.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya