Perpustakaan Diduga Sebabkan Belasan Siswi Kesurupan

Tritus Julan, Jurnalis
Kamis 27 November 2008 16:52 WIB
Share :

MOJOKERTO - Belasan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sooko kesurupan saat melakukan aktivitas belajar.  Kesurupan ini berlangsung berturut-turut sejak dua minggu lalu.

Kejadian ini terakhir menimpa empat siswi. Empa siswi itu di antaranya, Firta dari kelas 10 PJ II, Mega kelas 10 Administrasi Perkantoran (AV) III, Luksi dari kelas 10 PJ III dan Retno dari kelas 10 jurusan Penjualan (PJ) I.

Kesurupan terjadi sejak pagi, sebelum jam masuk sekolah berbunyi. Salah satu siswi, Firta tiba-tiba menjerit sejadi-jadinya dan sempat pingsan serta berbicara ngelantur.

Belum selesai pihak guru menyadarkan Firta, kesurupan kembali menghinggapi siswi lainnya, Mega. Hingga siang sekitar pukul 11.00, sebanyak empat siswi yang mengalami gejala sama. Pihak sekolah terpaksa membawa keempat siswa ini pulang ke rumah masing-masing dibantu para wali murid.

Kepala Sekolah SMKN 1 Sooko Kabupaten Mojokerto, Hj Sri Supeni mengatakan, kejadian seperti ini sebenarnya telah berlangsung sekitar dua minggu lalu. Hampir setiap hari ada siswi yang kesurupan. Hari ini yang paling banyak. Ada empat siswi yang secara bergantian kesurupan, terang Sri, Kamis (27/11/2008).

Dia sendiri tak mencatat berapa angka pasti siswinya yang mengalami kesurupan. Namun dia memperkirakan ada belasan siswinya yang mengalami gejala aneh dan dianggap kemasukan rroh halus.

"Kami tak tahu angka pastinya. Yang jelas, sudah lebih dari sepuluh siswi kami yang mengalami kejadian ini," tukasnya.

Akibat banyaknya siswi yang kesurupan, kegiatan belajar di sekolah yang terletak di Jalan RA Basuni itu diliburkan sementara. Langkah ini ditempuh, karena pihak sekolah khawatir kondisi ini justru menjalar ke siswi yang lainnya. "Kami sudah bacakan doa bagi siswi yang kesurupan. Dan semua siswi terpaksa kami pulangkan, tukasnya.

Untuk mencegah peristiwa itu terjadi kembali, dia megaku jika pihak sekolah berencana menggelar istigasah di halaman sekolah.
Langkah ini menurut dia, sebagai upaya untuk menghentikan kejadian yang membuat para siswi lainnya takut itu. "Nanti malam kami dan siswa-siswi akan melakukan istigasah. Semoga setelah itu tak ada kejadian seperti ini lagi," harapnya.

Dia menduga, kejadian ini dipicu oleh pembangunan gedung baru di bekas lapangan Basket, yang akan difungsikan sebagai ruang perpustakaan.

Banyaknya pohon yang ditebang kata dia, disinyalir menjadi pemicu kemarahan roh halus. Pada hari Jumat minggu pertama bulan ini, perpustakaan itu sudah mulai dibuka. "Mungkin itulah penyebabnya. Tapi kami akan tetap mempertahankan bangunan itu," tandasnya.

Sempat terjadi ketegangan antara guru dan wartawan yang akan melakukan peliputan. Salah satu pengajar di sekolah ini  bahkan sempat menghalangi kamera salah satu wartawan televisi. Adu mulutpun tak terhindarkan. Pihak sekolah memilih menutup rapat-rapat pintu gerbang sekolah. Tak satupun wartawan yang berhasil mengabadikan kejadian ini. Hanya,  beberapa saat setelah kejadian, tampak sebuah mobil mengangkut dua siswi terakhir yang kesurupan untuk dibawa ke rumah masing-masing.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya