JAKARTA-Dewan Pers meminta agar Majalah Tempo mau menempuh jalur mediasi untuk menyelesaikan sengketa dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Aburizal Bakrie terkait sampul dan isi majalah tempo edisi 17 tahun 2008 lalu.
"Kami tawarkan dua pemecahan, yang pertama mediasi agar pengadu dan teradu bertemu untuk mencari penyelesaian," ujar Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara saat menerima redaksi Majalah Tempo di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2008).
Jika Majalah Tempo tidak mau menempuh jalur mediasi tersebut, maka Dewan Pers akan menyampaikan rekomendasi pernyataan penilaian.
"Alangkah baiknya kalau Majalah Tempo mau menempuh mediasi seperti kasus-kasus sebelumnya," tegasnya.
Dalam pemanggilan redaksi Majalah tempo, Pemimpin Redaksi Toriq Hadad sempat menyampaikan jawaban atas tuntutan Aburizal Bakrie. Majalah Tempo bersikeras pemberitannya tidak bermaksud menghina atau menyudutkan Aburizal.(uky)
(M Budi Santosa)