SUKABUMI - Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi mencatat sepanjang Januari-Maret 2009 terdapat 41 rumah warga hancur akibat bencana alam berupa longsor, pergerakan tanah, banjir hingga angin puting beliung. Bencana alam yang melanda di sejumlah daerah rawan itu juga merusak 17 rumah warga lainnya.
Kepala Bidang Bantuan Sosial (Bansos) Dinas Sosial kabupaten Sukabumi Tita Juwita menerangkan, rumah-rumah korban bencana ini tersebar di 24 kecamatan. Bencana yang paling banyak merusak pemukiman warga terjadi di Desa Cimenteng, Kec Curug Kembar.
Di wilayah yang berada di bagian Selatan Kabupaten Sukabumi tersebut, sebanyak 4 rumah warga hancur dan 39 rumah lainnya terancam rusak akibat pergeseran tanah.
Di samping itu, sebanyak 39 rumah warga di Desa Kebonmanggu, Kec Gunung guruh, rusak akibat pergeseran tanah. Sementara tiga rumah warga lainnya di Desa Kertajaya, Kec Simpenan, juga hancur akibat bencana yang sama.
"Sebagian rumah lainnya hancur akibat bencana kebakaran," tutur Tita kepada wartawan di Sukabumi, Jumat (3/4/2009).
Umumnya, kata dia, bencana alam merusak bagian dinding, lantai dan atap rumah. Seiring dengan tingginya tingkat kerusakan pemukiman warga akibat bencana, Dinsos telah menyalurkan 6,4 ton beras serta bantuan natura lainnya seperti mie instan, ikan kaleng hingga pakaian.
Sejauh ini, kata Tita, Dinsos masih menyimpan 3 ton beras yang berasal dari sisa stok penaggulangan bencana tahun 2008. Selain itu, dalam waktu dekat Dinsos akan menambah jumlah stok beras untuk kebutuhan penaggulangan bencana 2009 sebanyak 4 ton.
"Diharapkan stok beras yang kami miliki akan mampu memenuhi kebutuhan penaggulangan bencana. Walau tidak mencukupi, masih ada dana penaggulangan bencana yang telah dipersiapkan pemda dengan besaran anggaran mencapai ratusan juta rupiah," ujarnya.
Menghadapi musim penghujan disertai angin kencang yang tengah melanda Kabupaten Sukabumi, beberapa waktu terakhir ini, Dinsos telah menyiagakan sejumlah peralatan penaggulangan bencana. Seperti di antaranya tenda pleton sebanyak delapan unit, dua tenda keluarga serta empat tenda regu dan dua tenda posko, dua unit perahu karet, satu genzet dan 150 felbad.
"Sedangkan untuk melakukan evakuasi serta SAR, kami sudah menyiagakan 51 orang taruna tanggap bencana. Ditambah dengan personil tim SAR di wilayah Perairan Teluk Palabuhanratu," tutur Tita.
(Dadan Muhammad Ramdan)