Fadli Zon: Pengakuan SBY untuk Cari Simpati

Irma Yani, Jurnalis
Rabu 29 Juli 2009 18:10 WIB
Share :

JAKARTA - Peristiwa ledakan di JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli lalu menimbulkan banyak asumsi dari berbagai pihak. Sebagaimana salah satu pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut terkait dengan Pilpres 2009.

Disebutkan pula bahwa dirinya merupakan salah satu target dari aksi terorisme tersebut.

Pernyataan ini dinilai Sekretaris Umum Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo Fadli Zon, sebagai sikap mencari simpati publik. Menurutnya, hal tersebut malah menimbulkan keresahan di masyarakat.

"SBY cari simpati, tapi bukan untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan sendiri. Pernyataan itu malah tidak menenangkan, mestinya biarkan aparat yang berkerja untuk mengungkap ini. Simpati ini juga malah tidak diperoleh, dan menimbulkan kebingungan," tuturnya dalam diskusi "Bom Marriott-Ritz, Antara Pilpres dan Teroris" di Intiland Tower, Rabu (29/7/2009).

Tak hanya itu, lanjutnya, pidato tersebut dinilai sangat provokatif dan berlebihan. Seharusnya, saat menghadapi peristiwa ledakan itu, SBY lebih memikirkan tentang para korban, bagaimana menjaga keamanan, dan segera mengungkap pelaku. "Ini berlebihan. Malah diselipkan kepentingan politik dan dikaitkan dengan pilpres," imbuhnya.

Fadli Zon menilai, pidato tersebut sudah melanggar undang-undang terutama terkait kerahasiaan negara. Dikatakannya, bahwa apa yang menjadi bahan intelijen itu berbahaya dan tidak perlu diungkapkan ke publik.

"Itu secara hukum melanggar undang-undang dan secara politik itu membuyarkan suasana," pungkasnya.

(Lusi Catur Mahgriefie)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya