Pesawat Hilang, Mengulangi Kesalahan AdamAir

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis
Selasa 04 Agustus 2009 10:36 WIB
Pesawat AdamAir (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Pesawat Merpati Airlines hilang kontak saat melakukan penerbangan di Papua, Minggu 2 Agustus kemarin. Kejadian ini mengingatkan kita kembali pada kasus serupa yang berulangkali menimpa maskapai AdamAir.
 
Saat maskapai AdamAir masih beroperasi, kejadian kecelakaan beruntun kerap terjadi. Berbagai kecelakaan beruntun terjadi sejak awal 2007, seperti hilangnya pesawat Boeing 737 - 400 rute Surabaya - Manado yang jatuh di daerah perairan Majene, Sulawesi Barat yang menewaskan seluruh penumpang berjumlah 96 orang. Kondisi tersebu diperparah dengan patahnya salah satu pesawat 737-400 di bandara Juanda Surabaya pada Februari 2007.
 
Alhasil, Kondisi perusahaan Adamair mengalami goncangan dan kondisi keuangan AdamAir mengalami kerugian yang cukup besar. Di samping itu imej perusahaan menjadi buruk, meski jumlah penumpang tergolong masih banyak.
 
Keluarga Sandra Ang akhirnya mencari investor baru di antaranya Lion Air, Quantas untuk menghidupkan kembali perusahaan. Namun demikian, tidak ada satupun calon partner yang bersedia setelah mengetahui isi dalam perusahaan tersebut pada saat due diligence.
 
Beruntung, masih ada investor yang bersedia masuk ke AdamAir, yakni PT Global Transport Services (GTS) dan PT Bright Star Perkasa (BSP).
 
Langkah pertama untuk memperbaiki kinerja Adam Air adalah melakukan assesment terhadap keselamatan di Adam Air yang mengacu kepada IOSA Standard.
 
Pada bulan April 2007, telah dilakukan penunjukan konsultan Marsh Aviation Safety and Security Service Consulting ("MARSH") dari Virginia, USA, dari laporan konsultan tersebut diperoleh kesimpulan banyak sekali penyimpangan yang dilakukan oleh manajemen lama Adam Air. Bahkan, rekomendasi yang sudah diberikan pun tidak pernah digubris oleh manajamenn lama yang juga pemegang saham pendiri.
 
Tak ayal, AdamAir pun masih saja kerap mengalami kecelakaan. Maintenance pesawat yang semestinya dilakukan terabaikan. Sepertinya ada penyimpangan yang dilakukan oleh manajemen lama maskapai itu. Pemasukan tiket dari penumpang, tidak sepenuhnya digunakan untuk memperbaiki layanan termasuk maintenance, tapi justru diselewengkan. Alhasil, nyawa ratusan penumpang dipertaruhkan.
 
Saat ini kasus penyelewengan keuangan di AdamAir sudah ditangani oleh Mabes Polri. Sandra Ang, Wakil Komisaris Utama AdamAir, telah dijadikan tersangka pada Agustus 2008 yang lalu. Pihak Mabes telah menyerahkan berkas tersangka Sandra Ang kepada Kejaksaan Agung pada 29 Januari 2009, namun pada 11 Februari 2009 berkas perkara kemudian dikembalikan kepada Mabes Polri (P19) dengan beberapa petunjuk Jaksa. Dan hingga saat ini pihak Mabes Polri belum melengkapi dan mengembalikan berkas tersebut kepada Kejaksaan Agung.

Sepertinya seluruh maskapai penerbangan di Tanah Air perlu berkaca pada kasus AdamAir. Anggaran bukan selamanya menjadi faktor penyebab terabaikannya maintenance pesawat. Tapi, yang mesti diwaspadai adalah adanya oknum yang memainkan anggaran yang ada demi kepentingan pribadi.

(M Budi Santosa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya