JAKARTA - Dalam meyambut HUT Republik Indonesia ke-64, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bersama Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) menggelar pagelaran wayang di kantor LKKNU, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, malam ini.
Hadir dalam pagelaran ini dalang Ki Pandu dengan lakon Wahyu Cakra Ningrat (turunnya bibit ratu). Acara juga dihadiri Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Sekretaris Jendral PKB Lukman Edy, Sekretaris Dewan Syuro PKB Andy Muawiyah Ramly, Ketua LKKNU Otong Abdulrahman, Ketua PBNU Said Agil Siradj, serta jajaran pengurus PKB dan NU lainnya.
Ketua LKKNU Otong Abdurahman mengatakan tujuan pagelaran wayangan ini tidak sekedar napak tilas kebudayaan yang Islami, atau juga sekedar tontonan semata. Namun ada tuntunan dan tujuan dari pagelaran wayang ini.
"Bukan sekedar tontonan yang menarik, melainkan tuntunan dan tujuan untuk mengokohkan persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia," paparnya di Jakarta, Senin (17/8/2009) malam.
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dalam sambutannya, menyatakan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini sangat istimewa, karena bertepatan dengan 10 tahun Reformasi. LKK temasuk saksi sejarah lahirnya reformasi.
"Presiden sudah mewacanakan momentum kebangkitan dari keterbelakangan. Atas dasar itulah PKB dan PBNU menggelar pagelaran wayang, karena wayang mempunyai sejarah dalam melahirkan kebangkitan bangsa," ungkapnya.
Cak Imin begitu panggilan akrabnya mengatakan dengan tema "wahyu cakra ningrat'" (turunnya bibit ratu) dapat melahirkan kebangkitan.
(Muhammad Saifullah )