BANDUNG - Selama tanggap darurat (14 hari), dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, tidak diizinkan libur. Mereka diwajibkan terus waspada jika sewaktu-waktu tenaga mereka dibutuhkan.
"Nggak ada libur, kita tetap standby," ujar Juru Bicara IGD RSHS dr Melani Sintia kepada okezone, Minggu (6/9/2009).
Dia menambahkan, kalaupun dokter dan perawat tidak sedang berada di RSHS, maka telepon selulernya harus tetap aktif. Saat ini, IGD RSHS memiliki 122 perawat serta 17 dokter jaga dan dokter staf.
Meski harus tetap siaga, Melani menjelaskan, baik dokter yang berada di RSHS maupun yang ditugaskan ke lokasi gempa dalam dipastikan dalam kondisi sehat.
Padahal diakuinya, tim dokter yang dikirim RSHS ke wilayah Pangalengan dan Pameungpeuk harus berkeliling dan melakukan sweeping terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.
"Mudah-mudahan selalu sehat, jangan sampai ada yang sakit," cetus Melani.
Pihaknya pun terus mengimbau para dokter dan perawat, terutama yang pergi ke lokasi bencana untuk tetap menjaga kesehatan. Hingga kini, tak satu pun pasien korban gempa yang dirujuk ke RSHS. Walau demikian, dokter dan perawat RSHS tetap harus siaga.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)