JAKARTA - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih membantah jika pengambilan sampel darah para peternak Sukabumi yang dilakukan oleh Puslitbang Depkes sebanyak 20 cc.
"Saya sudah cek, darah yang diambil hanya 3 cc. Masuk ke laboratorium 1,5 cc, 1 cc-nya diteliti, dan mungkin tinggal setengah cc," terang Endang saat memberikan penjelasan mengenai kontroversi tersebut di hadapan para anggota Komisi IX, dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2009).
Dijelaskannya, pada tahun 2007, peneliti Litbang Depkes dan peneliti Belanda mengambil sampel darah peternak di Sukabumi. Penelitian itu bertujuan ingin mengetahui, apakah para peternak yang bekerja dipeternakan akan terinfeksi H1N1 setelah unggasnya terkena virus tersebut.
Sebagai diberitakan, setelah beberapa hari dilantik sebagai Menteri Kesehatan, Kelompok Peternak Rakyat Ayam Kampung (Keprak) Sukabumi, menuntut Endang untuk menjelaskan pengambilan sampel darah pada tahun 2007 silam.
Keprak menyebutkan, sekira 300 orang diambil sampel darahnya sebanyak 20 cc. Setelah itu para peternak diberi imbalan makanan berupa sekaleng susu dan 5 bungkus mi instan.
(Hariyanto Kurniawan)