JAKARTA - Nasrudin Zulkarnaen sebelum meninggal sempat berencana mengadu kepada Ani Yudhoyono, perihal ancaman melalui pesan singkat di ponselnya, yang disebut-sebut dikirim oleh Antasari Azhar.
Hal ini diutarakan saksi Jeffry Lumempouw, praktisi hukum yang juga teman dekat Nasrudin Zulkarnaen, saat bersaksi di sidang Antasari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2009).
Jeffry menuturkan dirinya ditunjukkan sebuah pesan singkat seusai salat berjamaah dengan Nasrudin. Kala itu, lanjut dia, Nasrudin terlihat murung seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Lalu saya ditunjukkan SMS yang katanya dari Antasari. Isinya, 'ini adalah masalah kita, masalah internal, cukup kita yang tahu, kalau masalah ini di-blow up Anda tahu konsekuensinya'. Kurang lebih seperti itu," ungkap Jeffry.
Kemudian jaksa penuntut umum menanyakan mengenai SMS itu. "Pelecehan seksual," jawab Jeffry yang mengaku tidak percaya 100 persen bahwa pengirim SMS itu adalah Antasari.
Lebih lanjut Jeffry menuturkan, Nasrudin bilang kepadanya bahwa hal ini akan disampaikan ke Ani Yudhoyono dengan alasan agar menjadi masalah nasional.
"Dia sempat ingin melapor ke Ibu Ani, namun saya sempat mencegah dia. Saya redam dia untuk tidak melaporkan hal ini ke Ibu Ani karena kalau tidak ada alasan yang kuat jangan lakukan," pungkasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)