KEDIRI - Sebanyak delapan kerangka manusia ditemukan terkubur di kebun jagung, di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tulang belulang ini ditemukan Hariyanto (35), salah seorang pekerja bangunan yang tengah menggali tanah, untuk saluran irigasi.
Kerangka-kerangka tersebut kemudian dikeluarkan dari kedalaman tanah sekira 1 meter. "Awalnya cangkul saya seperti membentur benda keras. Saya pikir tulang hewan enggak tahunya manusia," ujarnya kepada wartawan Minggu (29/11/2009).
Karena takut, saat itu juga Hariyanto mengabarkan temuannya kepada Supiyah (75),   pemilik tanah, dan dilanjutkan kepada ke warga lainnya. Delapan kerangka manusia ini ditemukan di tempat berbeda meski tidak berjauhan. Â
Tujuh kerangka terkubur dengan jarak satu sama lain sekira 1 meter. Posisi tengkorak kerangka yang semuanya masih utuh itu, berada di sebelah utara lazimnya sebuah pemakaman. "Kerangka lainya kami melakukan penggalian bersama-sama," tutur Hariyanto.
Penemuan delapan tengkorak itu sempat meresahkan warga setempat. Warga curiga lokasi pekarangan jagung itu, dulunya menjadi ladang pembantaian sekaligus kuburan massal.
  Â
Petugas Kepolisian Resor Kediri pun akhirnya turun tangan. Selain mengidentifikasi kerangka yang ada, petugas juga melanjutkan pencarian di sekitar lokasi penemuan. Hal itu untuk memastikan kemungkinan masih adanya kerangka manusia lain.
"Kita akan memperluas penggalian. Siapa tahu ada kerangka yang lain," ujar Kasatreskrim AKP Aria Wibawa.
Dari hasil penyelidikan sementara, lokasi ditemukanya delapan kerangka itu diduga sebagai kuburan tua. Hal itu melihat posisi kerangka yang berjarak rapi dan terbujur dengan arah tengkorak yang seragam (utara).
Kepala Bagian Tata Usaha Dalam (Bataud) Kepolisian Sektor Kepung Ajun Inspektur Satu Yusuf Irtoto mengatakan, bahwa delapan jenazah tersebut sepertinya diperlakukan dengan baik saat dimakamkan. "Kayaknya ini bekas pemakaman tua," ujarnya.
Supiyah sendiri, selaku pemilik tanah mengaku, menurut Yusuf tidak tahu menahu mengenai riwayat tanah miliknya. "Pemiliknya sendiri mengaku lupa karena usianya juga uzur," papar Yusuf Irtoto.Â
(Dede Suryana)