PBNU Gagas Konsep Persaudaraan Muslim

Koran SI, Jurnalis
Senin 07 Desember 2009 12:29 WIB
Ketua PBNU Hasyim Muzadi (ist)
Share :

JAKARTA - Konsep-konsep yang akan dibawa ke Muktamar Ke-32 NU sudah hampir dirampungkan semua. Saat ini hanya ada satu konsep mengenai persaudaraan muslim tingkat dunia atau ukhuwah islamiyah dualiyah yang akan dirampungkan.

"Alhamdulillah kerja pramuktamar secara konseptual hampir selesai tinggal satu konsep ukhuwah islamiyah dualiyah, persaudaraan muslim tingkat dunia, yang akan kita rampungkan," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, di Jakarta, kemarin.

Menurut Hasyim, konsep itu akan diselesaikan pada pertemuan internasional 19â€"20 Desember bersama negara-negara Islam dunia. Acara itu sendiri akan difasilitasi dan diselenggarakan Organisasi Ulama Internasional (International Conference of Islamic Scholar/ICIS). Konsep lainnya yang telah selesai, lanjut Hasyim, antara lain tentang pendidikan, kesehatan, dan SDM yang dikonsep oleh Lakspesdam NU.

Kemudian ada konsep pengaderan, implementasi khitah, serta hubungan lintas agama, nasional, dan internasional. "Terorisme, partai yang merasa berbasis NU, peningkatan moral kebangsaan, tata tertib atau organisasi, semua telah selesai," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Presidium Pusat Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Hilmi Muhammadiyah menegaskan, pemimpin NU mendatang harus menjamin keberlanjutan program PBNU sebelumnya. Dia menegaskan, siapa pun ketua umumnya, hasil Muktamar Makassar harus menjamin kontinuitas program dan kebijakan dengan periode sebelumnya.

"Hal ini untuk menjaga konsistensi khidmat organisasi. Dan ini sejalan dengan nilai dasar NU yang menekankan, "merawat" nilai lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik," tegasnya. Hilmi menilai kepemimpinan KH Sahal Mahfudh dan KH Hasyim Muzadi dalam sepuluh tahun terakhir ini termasuk sukses dan untuk itu patut diapresiasi.

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya