Dorkas Meninggal, RS Bhakti Yudha Tak Minta Maaf

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Selasa 08 Desember 2009 15:50 WIB
Share :

DEPOK - Rumah Sakit Bhakti Yudha, Depok, Jawa Barat, tidak meminta maaf terkait kematian Dorkas Silitonga. Dia diduga menjadi korban malapraktik rumah sakit itu saat melahirkan anaknya, November tahun lalu.

Pihak rumah sakit mengklaim tim medis yang merawat Dorkas sudah menjalankan operasi sesuai prosedur dan tidak melakukan kesalahan serta kelalaian. Direktur Operasional RS Bhakti Yudha, Hanibal, menegaskan proses kelahiran Dorkas bukan sebuah malapraktik, namun disebabkan kondisi Dorkas yang kala itu mengalami keracunan kehamilan.

"Kami sudah memenuhi prosedur, itu hanya keracunan kehamilan, pre-eklamasi berat, atau keracunan kehamilan, karena tekanan darah Dorkas saat itu tinggi, dan memang sudah diketahui sebelumnya. Saya secara pribadi, hanya belasungkawa," katanya kepada wartawan di RS Bhakti Yudha, Selasa (8/12/2009).

Hanibal mengaku, hingga saat ini pihaknya belum berniat memberikan donasi kepada keluarga Dorkas. Menurut Hanibal, tim kode etik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sudah memeriksa seluruh tim dokter yang menangani Dorkas, baik dokter bedah maupun kandungan.

"Dokter yang menangani Dorkas sampai saat ini masih bekerja. Ada satu tim dokter bedah maupun dokter kandungan yang juga sudah diperiksa secara internal oleh IDI," jelasnya.

Dorkas Silitonga, adalah warga Depok yang mengalami koma selama satu tahun pascapersalinan caesar. Setelah itu, dia sempat dirujuk ke RS Mitra Keluarga. Dinas Kesehatan Depok kemudian merujuk Dorkas ke RSCM Jakarta, hingga Maret 2009. Dorkas menjalani rawat jalan dengan pengawasan dari dokter Puskesmas Pancoran Mas.

(Anton Suhartono)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya