"Kalau Intelijen Bobrok, Hancur Negara Ini"

Dede Suryana, Jurnalis
Kamis 10 Desember 2009 11:06 WIB
Share :

JAKARTA - Tak seperti yang dikhawatirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), demo peringatan Hari Antikorupsi sedunia kemarin berjalan aman dan tertib. Mata masyarakat pun tertuju pada intelijen yang konon menjadi pembisik SBY.

Setidaknya, sudah tiga kali Presiden menyebut adanya data resmi intelijen, namun ternyata tidak terbukti seperti disebutkan. Pertama, SBY pernah menjadi sasaran tembak teroris, kedua Presiden sempat menyebut akan ada pengepungan kantor KPU sebelum SBY-Boediono dilantik, dan ketiga, akan ada kekisruhan dalam demo besar-besaran Senin kemarin.

Pengamat intelijen senior AC Manulang berpendapat, kalau benar-benar data yang diperoleh SBY itu dari intelijen, berarti spinoase negara itu tidak profesional dan harus dibenahi.

"Intelijen adalah mata, telinga, dan lidah bagi keamanan negara. Kalau mereka (intelijen) bobrok ya hancur negara ini," ujar Manulang dalam perbincangan dengan okezone melalui telepon, Kamis (10/12/2009).

Menurut Manulang, data-data yang dimiliki intelijen seperti disebutkan SBY, terkadang menjadi penyesatan informasi (de section operation). "Yang dengan sengaja akan diarahkan bagi kepentingan politik dia (SBY). Di sini ada contra intelijen dan counter intelijen," imbuhnya.

Dan informasi ini, lanjutnya, tidak perlu disampaikan Presiden langsung kepada publik. Karena informasi ini akan menyebabkan ketidaknyamanan serta kekhawatiran bagi masyarakat.

"Sebenarnya ini tugas BIN (Badan Intelijen Negara) untuk memberikan apresiasi sekaligus berkonsolidasi dengan Komisi I (DPR). Misalnya, ada pertemuan di Darmawangsa dan lain-lain," jelasnya.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya