JAKARTA - Penyelidikan Pansus Hak Angket Bank Century mendekati masa akhir. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Pramono Anung meyakini, tidak ada satu fraksi pun yang berani mengkhianati dan berbelok arah di kesimpulan akhir penyelidikan Pansus yang akan dilaporkan di paripurna.
“Saya yakin tidak ada orang yang berani melakukan itu. Publik sekarang jauh lebih mengenal Andi Rahmat, Maruarar Sirait, dan anggota pansus lain, ketimbang Ayu Azhari. Mereka yang berkhianat akan dihukum oleh publik di 2014 nanti,” terang Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Rakyat Indonesia, sambung dia, memang mudah melupakan peristiwa tapi secara bersamaan rakyat Indonesia juga mudah diingatkan.
“Rakyat nanti akan diingatkan orang-orang yang sudah berkhianat. Ini loh orang yang waktu itu bersikap seperti itu (berkhianat),” tambahnya.
Meski demikian, Pramono mengaku salut dengan partai peserta koalisi yang sudah diancam akan di-reshuffle karena dianggap membangkang sebagai partai pendukung pemerintah.
“Diancam-ancam reshuffle tapi tetap berani. Dan keberanian itu muncul tidak lepas dari dukungan media yang terus mengawal kasus ini,” tandasnya.
(Lusi Catur Mahgriefie)