JAKARTA - Mimpi PDI Perjuangan untuk kembali menjadi partai terbesar dalam pemilihan umum 2014, sulit terwujud. Tjahjo Kumolo yang didaulat Megawati Soekarnoputri sebagai Sekretaris Jenderal dianggap tidak tepat.
Demikian dikatakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Andrinof Chaniago. "Tjahjo Kumolo adalah titik lemah PDI Perjuangan," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (9/4/2010).
Menurut dia, PDI Perjuangan akan dirugikan dengan kasus korupsi dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang diduga melibatkan Tjahjo.
"Belum lama ini Megawati mengatakan tidak suka sama orang yang tidak total, pindah-pindah partai ternyata dia memilih Tjhajo yang dulu tokoh muda Golkar," ujarnya.
Secara keseluruhan, Andrinof juga melihat struktur kepengursan DPP PDI Perjuangan periode 2010-2015 kurang bagus karena kurang mengakomodir tokoh muda.
Tokoh muda, kata Andrinof, setidak-tidaknya ditampilkan di lapis kedua kepengurusan. Misalnya, Ganjar Pranowo, Aria Bima, Budiman Sudjatmiko dan Rieke Diah Pitaloka.
"Memang memerlukan keberanian menerima orang yang keterlibatannya pendek di PDIP. Tapi lapis kedua harusnya dinampakkan. Kepengurusan sekarang untuk kepentingan jangka panjang tidak menguntungkan," ujarnya.
(Dede Suryana)