MEDAN – Kaburnya 13 tahanan kasus narkoba dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) di Lubukpakam, Deliserdang, Sabtu (12/6) dini hari, berbuntut dengan diperiksanya lima petugas jaga.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Poldasu Komisaris Besar (Kombes) Pol Edi Hasiolan Napitupulu mengatakan, meski kelima personel Polri itu telah diproses untuk dimintai pertanggungjawabannya, belum ada yang mengarah ke unsur kelalaian dalam bertugas.
“Tapi, itu bisa saja mengarah ke sana (kelalaian), tergantung hasil pemeriksaan nanti. Bila demikian, mereka (pihak yang bersalah) akan menjalani hukuman kode etik,” katanya Minggu (13/6/2010) kemarin.
Seperti diberitakan, hingga kemarin, polisi belum berhasil menangkap kembali ke 13 tahanan yang melarikan diri dari rutan milik polisi di Jalan Karya Jasa, Desa Jati Sari, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang. Tahanan ini kabur dengan cara menggergaji jeruji besi pada ventilasi ruangan bagian belakang sel.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Oegroseno menegaskan, meski telah menyiapkan sanksi kepada anak buahnya yang lalai dalam melakukan pengawasan, dia akan melihat faktor lainnya. Sebab, menurut dia, sanksi belum tentu dapat untuk menyelesaikan masalah.
“Nanti kita lihat juga apakah bangunannya sudah sesuai dengan standar bangunan untuk tahanan, yakni dengan ketinggian 6 meter agar tahanan tidak dapat menjangkaunya. Jadi, nanti akan kita benahi semua ini,” katanya.
Selain itu,perkembangan teknologi, seperti kamera pengintai (CCTV) harus diperhatikan. “Jika kurang, akan kita tambah sehingga seluruh ruangan bisa diawasi,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Poldasu Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan, personelnya belum berhasil menangkap ke 13 tahanannya tersebut. Personelnya juga menyisir berbagai lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian pelarian kasus narkoba itu, namun belum membuahkan hasil.
“Kita sudah mengejar dan mencari mereka ke rumah, terminal angkutan umum dan tempat lainnya. Tapi belum ketemu juga,” ungkapnya.
(TB Ardi Januar)