Gubernur Jabar: Insiden Penembakan Bocah Berbau Politis

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Jum'at 10 September 2010 01:12 WIB
Ilustrasi
Share :

DEPOK – Pascapenetapan status tersangka terhadap Rz terkait kasus tertembaknya bocah di rumah dinas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, saat ini terus ditindaklanjuti oleh Polresta Bandung, Jawa Barat. Hal itu dilakukan agar informasi yang diperoleh tidak menjadi simpang siur.

Hal itu dikatakan Ahmad Heryawan usai mengikuti buka puasa bersama di Masjid Baitul Kamal Balaikota Depok. Menurutnya, saat ini ia tak dapat berkomentar banyak terkait kasus tersebut dan meminta polisi sebagai juru bicara.

"Kami sudah serahkan segala sesuatunya ke Polresta Bandung, saya sepakati hanya Polresta Bandung yang menjadi juru bicara," ujarnya kepada wartawan, Kamis (09/09/10).

Heryawan meyakini insiden tersebut mengandung unsur politis. Karena itu, lanjut Heryawan pihaknya masih terus menunggu hasil penyelidikan dari Polresta Bandung.

"Yang jelas kemarin kita sepakat, kalau ada pihak yang memberitahukan segala macam pasti akan liar, apalagi hadir di rumah gubernur dan pasti ada politisasi, kalau anak di kampung kan tidak akan jadi berita," tegasnya.

Atas insiden tersebut sejumlah pihak menyayangkan penetapan status tersangka terhadap Rz yang masih dibawah umur karena dianggap tidak sengaja. Raihan Ahmad (11) tertembak senapan angin oleh Rz, teman bermainnya, di rumah dinas Gubernur Jawa Barat di gedung Pakuan Jumat sore 3 September 2010.

Saat kejadian ia tengah berada di kamar anak gubernur yang sedang kuliah. Sementara anak gubernur tidak berada di rumah.

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya